Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Tips Investasi Saham dari BEI Sumut

Investasi pasar modal terus mengalami peningkatan. Di Sumatera Utara, terdapat 63.103 investor saham baru hingga Agustus 2020. Ini 4 tips investasi saham dari BEI Sumut.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  15:30 WIB
4 Tips Investasi Saham dari BEI Sumut
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, MEDAN - Investasi pasar modal terus mengalami peningkatan. Di Sumatera Utara, terdapat 63.103 investor saham baru hingga Agustus 2020. 

Investasi saham tidak lepas dari resiko kerugian. Untuk itu, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution mengungkapkan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membuka rekening saham.

Pertama, pahami dahulu mekanisme, teknis dan resiko investasi saham. Menurut Pintor, yang paling sering terjadi adalah calon investor saham hanya fokus kepada keuntungan yang bisa didapatkannya.

“Jangan dulu mulai berinvestasi kalau belum kenal atau belum tahu bagaimana cara, teknis, resiko, dan keuntungannya seperti apa. Kalau di luar sana kan masyarakat hanya ingin tahu keuntungannya seperti apa,” ungkap Pintor, Senin (19/10/2020).

Salah satu cara untuk mengenali pasar modal dari sumber yang tepat adalah mengikuti Sekolah Pasar Modal yang diadakan Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan perusahaan sekuritas terkait. Kegiatan tersebut diadakan hampir setiap akhir pekan secara virtual.

“Kita akan sampaikan investasi ada resikonya. Jangan harap hanya mau keuntungannya saja. Di Sekolah Pasar Modal akan dijelaskan keuntungan dan resikonya apa,” katanya.

Kedua, Pintor menyarankan untuk mulai sebagai investor berfundamental. Jangan langsung menjadi trader karena resikonya lebih besar daripada investor. Pilih perusahaan sekuritas yang tepat yang dapat mengarahkan investor fundamental ini nantinya menjadi trader.

Perusahaan sekuritas harus mendapat lisensi OJK atau bergabung bersama Bursa Efek Indonesia. Daftar perusahaan sekuritas yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dapat dilihat diwww.idx.co.id, di kanal Anggota Bursa dan Partisipan.

Ketiga, berinvestasilah di saham yang terdaftar di indeks LQ45. Indeks LQ45 adalah 45 perusahaan yang dianggap memilki likuiditas tinggi oleh BEI. Selain itu, bisa juga memilih berinvestasi di perusahaan yang terdaftar di IDX High Devidend.

Keempat, hindari saham-saham yang mendapat notasi khusus. Notasi khusus ini adalah saham yang memiliki catatan khusus dari BEI. Catatan tersebut biasanya berkonotasi negatif.

Saham dengan notasi khusus ini diperbarui setiap pukul 15:00 setiap hari. Pintor menyampaikan jangan pernah membeli saham yang memiliki tiga notasi khusus sekaligus.

“Informasinya bisa dilihat di website www.idx.co.id, pilih perusahaan tercatat, lalu pilih notasi khusus. Notasinya ada S, A, M, B, E, L, dan D. Sebagai seorang investor baru, sebelum beli (saham), cek dulu daftar notasi khususnya. Jangan sampai baru masuk udah beli saham-saham yang notasi khususnya tiga. Itu bahaya,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bei sumut
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top