Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harimau di Sumut Sering Keluar Habitat, Walhi: Akibat Kerusakan Hutan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemangku kepentingan menyelesaikan akar permasalahan, yaitu perusakan hutan, habitat harimau.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  01:38 WIB
Kondisi bangkai Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat dibawa ke Kantor BBKSDA Sumatra Utara, di Medan, Jumat (26/5). Harimau Sumatera jantan yang diperkirakan berumur dua tahun tersebut mati dibunuh. - Antara/Irsan Mulyadi
Kondisi bangkai Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat dibawa ke Kantor BBKSDA Sumatra Utara, di Medan, Jumat (26/5). Harimau Sumatera jantan yang diperkirakan berumur dua tahun tersebut mati dibunuh. - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara angkat bicara terkait fenomena harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) yang sering keluar dari habitatnya di daerah tersebut.

"Bahkan, ada yang sampai memangsa manusia di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara," kata Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Utara Dana Prima Tarigan di Medan, Minggu (18/10/2020).

Pada saat ini, kata dia, terjadi di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Dia meminta pemangku kepentingan sebaiknya menyelesaikan akar permasalahan, yaitu habitat dari hewan yang dilindungi tersebut terganggu oleh aktivitas manusia yang merusak.

"Perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat saat ini telah terjadi kerusakan hutan karena dirambah secara ilegal, totalnya mencapai lebih kurang 1.200 hektare, dan itu masih dalam kawasan Tahura," ujarnya.

Alih fungsi hutan secara ilegal tersebut, menurut dia, belum juga ada solusinya. Di luar itu, aktivitas di kawasan sekitar Gunung Sibayak Kabupaten Karo juga sepertinya sudah terjadi, bahkan merusak habitat harimau sumatra.

"Jadi, yang harus dilakukan sekarang ini adalah menyelesaikan perusakan hutan yang menjadi habitat harimau agar hewan itu tidak keluar dan akhirnya terjadi konflik dengan manusia," ucapnya.

Ditegaskan pula bahwa selama akar masalah tidak diselesaikan, permasalahan seperti ini akan terus terjadi.

Terkait penghentian pendakian ke Gunung Sibayak dan pencarian harimau tersebut, Dana memandang perlu pemerintah melakukannya. Akan tetapi, hal ini belum menjawab persoalan jangka panjangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumatera utara harimau

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top