Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Jalanan Protes UU Cipta Kerja di Lampung Ricuh

Sejumlah aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja mengalami luka akibat lemparan batu dan pecahan kaca gedung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  20:14 WIB
Pengunjuk rasa beraksi di depan kantor DPRD Provinsi Lampung, Lampung, Rabu (7/10/2020). Mereka mendesak agar Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja dicabut karena dinilai hanya berpihak kepada pengusaha dan merugikan buruh dan pekerja. - Antara/Ardiansyah
Pengunjuk rasa beraksi di depan kantor DPRD Provinsi Lampung, Lampung, Rabu (7/10/2020). Mereka mendesak agar Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja dicabut karena dinilai hanya berpihak kepada pengusaha dan merugikan buruh dan pekerja. - Antara/Ardiansyah

Bisnis.com, BANDARLAMPUNG - Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dari beragam universitas di Provinsi Lampung dalam rangka menolak Undang Undang Cipta Kerja berakhir ricuh, pada Rabu petang, pukul 16.24 WIB.

Antara melaporkan aksi demonstrasi penolakan Undang Undang Cipta Kerja yang dilaksanakan di Komplek Kantor Gubernur dan Kantor DPRD Provinsi Lampung, di Bandarlampung, yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB mulai menimbulkan kericuhan tepat pukul 16.24 WIB.

Aksi anarkisme oleh massa dimulai dengan seruan untuk memasuki gedung DPRD Provinsi Lampung, dan dilanjutkan dengan pembakaran ban, dan pemecahan kaca gedung setempat.

Berdasarkan pantauan di lapangan sejumlah aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja mengalami luka akibat lemparan batu dan pecahan kaca gedung.

Selain aparat polisi dan Satpol PP yang jadi korban lemparan batu, ada pula pengunjukrasa yang terluka dan segera dilarikan oleh tim kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Aksi demonstrasi mahasiswa Lampung tolak UU Cipta Kerja di Bandarlampung, Rabu (7/10/2020) ricuh./Antara-Ruth Intan Sozometa Kanafi

Pihak berwajib mulai mengendalikan massa dan tepat pada pukul 16.58 WIB, di mana sebagian pengunjukrasa mulai meninggalkan lokasi demo, namun aksi melawan aparat berwenang masih terjadi hingga pukul pukul 17.00 WIB .

Menurut penuturan salah seorang mahasiswa yang ikut serta dalam demonstrasi aksi direncanakan dilakukan dengan damai.

"Awal rencana kami ikut serta karena aksi akan dilakukan secara damai, namun situasi mulai memanas saat ada yang memprovokasi," kata Ari salah seorang mahasiswa peserta demo.

Ia mengatakan, sejumlah provokator telah diamankan oleh petugas berwajib.

"Tadi yang kita lihat sudah ada yang diamankan oleh polisi, untuk mahasiswa yang murni ingin menyuarakan aspirasi telah meninggalkan lokasi setelah situasi memanas," demikian Ari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampung cipta kerja

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top