Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Corona Klaster Industri di Batam, Dua Perusahaan Urung Tutup Total

Pilihan untuk tidak mendorong penutupan sementara perusahaan seperti yang diwacanakan sebelumnya, demi menjaga stabilitas ekonomi Batam
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 25 September 2020  |  15:02 WIB
Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Amsakar Achmad. - Bisnis/Bobi Bani
Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Amsakar Achmad. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, BATAM - Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pihaknya meminta kepada PT Infineon Technologies Batam dan PT Philips Industries Batam untuk meningkatkan pengetatan protokol kesehatan.

Pengetatan itu, sebagai konsekuensi tidak dilakukannya penutupan sementara dua perusahaan yang banyak karyawannya terpapar Covid-19.

Semua karyawan dua perusahaan di kawasan Mukakuning, Batam ini juga harus menjalani pemeriksaan swab/rapid test untuk memastikan tidak ada karyawan yang terindikasi terpapar Covid-19.

Amsakar menjelaskan, pilihan untuk tidak mendorong penutupan sementara perusahaan seperti yang diwacanakan sebelumnya, demi menjaga stabilitas ekonomi Batam yang saat ini telah terdampak cukup signifikan. Tentang itu, pihaknya mendapat masukan dari pelaku usaha dan pengelola kawasan industri.

"Pilihan untuk lockdown (penutupan sementara) dua perusahaan itu dirasa tidak pas untuk saat ini. Pihak dari kawasan industri juga meminta untuk tidak dilakukan lockdown karena akan berpengaruh pada ekonomi kita nantinya. Pilihan selanjutnya, mereka harus memeriksakan semua karyawannya," kata Amsakar di Batam Centre, Batam, Jumat (25/9/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, ada sebanyak 63 orang karyawan PT Infineon yang terpapar Covid-19 berdasarkan data yang dikeluarkan timnya pada Selasa (22/9/2020). Selain PT Infineon, di PT Philips juga terdata ada 67 orang terpapar Covid-19 sehari setelahnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid menuturkan, pihaknya mengimbau agar perusahaan yang karyawannya tertular Covid-19 untuk secara mandiri melakukan penghentian sementara operasional perusahaan sampai diyakini virus yang menyebar di perusahaan dapat dikendalikan.

"Kita tahu kondisi ekonomi Batam masih baru akan bangkit setelah mengalami perlambatan parah sejak tahun 2017. Jika ditambah lagi dngan PSBB, kita khawatir banyak pengusaha yang gulung tikar," kata Rafki.

Lebih jauh, lanjut Rafki, jika nantinya pembatasan sosial diterapkan, pihaknya menyarakan agar dilakukan secara terbatas.

"Dengan begitu penyebaran Covid-19 akan lebih terkendali. Ketimbang melakukan PSBB tapi banyak masyarakat yang tidak disiplin dan patuh. Apalagi dengan kurangnya tenaga pengamanan selama PSBB belum tentu PSBB akan efektif jika diterapkan di Batam," kata Rafki.(K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top