Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Bank Covid-19 di Kabupaten Muba, Ini Fungsinya

Warga Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, mendirikan Bank Covid-19 secara swadaya.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 23 September 2020  |  16:33 WIB
Bank Covid-19 didirikan secara swadaya untuk membantu warga - Istimewa
Bank Covid-19 didirikan secara swadaya untuk membantu warga - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG - Di tengah ancaman pandemi akibat virus Corona, Warga Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, mendirikan Bank Covid-19.

Bank Covid-19 tersebut didirikan secara swadaya untuk membantu pinjaman modal bagi pelaku usaha di daerah tersebut.

Kepala Desa Mendis Jaya Jefri KR mengatakan Bank Covid-19 awalnya hanya untuk memberikan bantuan langsung berupa sembako kepada warga desa yang kurang mampu.

Kemudian, warga bersepakat Bank COVID-19 menampung tabungan warga dalam bentuk sedekah sembako.

Seiring berjalannya waktu, saat ini Bank Covid-19 ini bukan hanya melayani kebutuhan pangan atau sembako warga tak mampu melainkan memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga.

Joper, salah seorang warga yang menerima bantuan mengatakan dirinya mengunakan uang pinjaman tersebut untuk modal usaha beternak ayam.

“Berkat pinjaman ini saya bisa berternak ayam, awalnya sempat kesulitan mendapatkan modal,” kata Joper.

Selain untuk perorangan, pinjaman modal usaha ini juga menyasar usaha rumahan para ibu, budidaya ikan dalam ember yang sudah dimanfaatkan 25 Kepala Keluarga.

Camat Bayung Lencir Muhammad Imron mengatakan untuk semakin memaksimalkan usaha memberdayakan ekonomi masyarakat ini, pemkab juga membantu pembuatan izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan pelatihan pengemasan produknya.

Sayama (40), pelaku usaha kuliner keripik di Desa Mendis, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan Bank Covid-19 tersebut.

“Produk kami saat ini ada dodol nanas, berbagai jenis keripik dan makanan ringan yang diproduksi di rumah sendiri. Selama ini memang kekurangan modal, dan bersyukur sekali dapat bantuan,” kata dia.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan insiatif dari warga untuk saling membantu di tengah pandemi ini sangat diapresiasi oleh pemerintah kabupaten.

“Kehidupan warga sedang sulit karena dampak ekonomi akibat pandemi. Adanya kepedulian terhadap sesama ini, merupakan suatu hal yang patut diapresiasi dan dicontoh,” kata Dodi, seperti dikutip dalam keterangan resmi Pemkab Muba.

Selain secara swadaya, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di tengah pandemi Covid-19.

Sejauh ini sebanyak 1.600 pelaku usaha berskala mikro di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, mendapatkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro yang merupakan upaya pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Nilai bantuan tersebut mencapai total Rp3,84 miliar, tiap pelaku usaha mikro mendapat Rp2,4 juta.  

“Muba mendapat jatah 1.600 pelaku usaha, namun saya akan mengusulkan lagi penerima bantuan itu bisa ditambah lagi untuk 5.000 pelaku UMKM,” kata Dodi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel Virus Corona musi banyuasin covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top