Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bulog Sumsel Kesulitan Beli Gabah Petani, Apa Sebabnya?

Perum Bulog Divre Sumatra Selatan mengaku tak dapat membeli gabah dari petani lantaran harga di tingkat petani lebih tinggi dibanding harga pemerintah.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 01 September 2020  |  19:23 WIB
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. -  Antara / Arief Luqman Hakim
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang. - Antara / Arief Luqman Hakim

Bisnis.com, PALEMBANG – Perum Bulog Divre Sumatra Selatan mengaku tak dapat membeli gabah dari petani lantaran harga di tingkat petani lebih tinggi dibanding harga pemerintah.

Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum Bulog Divre Sumsel Tri Novianti mengatakan kondisi tersebut terjadi pada panen padi di Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, yang merupakan sentra beras provinsi tersebut.

“Kami tidak ada realisasi pembelian gabah karena harga yang ditawarkan petani lebih tinggi dari harga yang dibeli Bulog,” katanya, Selasa (1/9/2020).

Tri memaparkan harga gabah kering panen (GKP) di Belitang, per Rabu (26/8/2020) senilai Rp4.800 di tingkat petani, sementara di penggilingan senilai Rp5.000 per kilogram.

Adapun harga yang mampu disodorkan Bulog merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 4 Tahun 2020, yakni senilai Rp4.200 di tingkat petani. Sementara itu, untuk di penggilingan, harga pokok pemerintah (HPP) hanya senilai Rp4.250 per kg.

“Kondisi serupa juga berlaku untuk gabah kering giling (GKG), kami hanya dapat membeli seharga Rp5.400 di pintu [Gudang Bulog], sementara GKG di lapangan saat ini Rp6.000 per kg,” ujarnya.

Namun demikian, kata Novi, pihaknya telah merealisasikan pengadaan beras dan gabah sebesar 65 persen dari target yang ditetapkan hingga akhir tahun 2020.

“Kami ditarget menyerap 84.500 ton setara beras di mana realisasinya per 31 Agustus 2020 sebanyak 54.812 ton,” katanya.

Untuk stok gabah di gudang, Bulog memiliki simpanan 5.835 ton GKG di Kabupaten Banyuasin, sementara di Belitang sebanyak 11.672 ton. 

“Apabila diperlukan, kami akan menggiling gabah-gabah tersebut menjadi beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, untuk stok beras di gudang Bulog tercatat sebanyak 31.447 ton. Pihaknya pun menilai cadangan itu cukup untuk kebutuhan di Sumsel selama 4 hingga 5 bulan mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog gabah Beras Bulog
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top