Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asosiasi Kontraktor Minta Pemerintah Proaktif Soal Peralihan Blok Rokan

Sisa waktu peralihan pengelolaan blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina hanya tinggal setahun.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  06:01 WIB
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. - Dok: SKK Migas
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. - Dok: SKK Migas

Bisnis.com, PEKANBARU — Asosiasi Kontraktor Migas Riau meminta pemerintah khususnya Pemda Riau lebih proaktif dalam peralihan blok Rokan. Lantaran, nasib ratusan kontraktor yang masih aktif terikat dengan Chevron setelah 9 Agustus 2021 nanti tidak jelas.

Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Migas Riau, Azwir Effendy mengatakan sangat khawatir dengan kondisi saat ini. Sisa waktu peralihan pengelolaan blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke Pertamina hanya tinggal setahun. Tapi sama sekali belum ada terlihat aktivitas persiapan peralihan. Apalagi, untuk pembahasan suatu kontrak terbuka penunjang usaha Migas bisa memakan waktu sampai enam bulan.

Ada 64 perusahaan kontraktor terdiri lokal dan nasional yang tergabung dengan asosiasi dan 600 kontraktor lainnya yang aktif menggantungkan nasibnya dengan kebijakan pemerintah.

“Harusnya sudah harus terlihat Pertamina. Misalnya berkantor di sini, sudah beraktivitas, inventarisir sumur-sumur bor, itu kan perlu Pertamina ketahui, sekarang belum ada,” kata Azwir kepada Bisnis, Selasa (25/8/2020).

Azwir melanjutkan Pertamina dimana-mana selalu membawa gerbong seperti anak perusahaan untuk penunjang usaha Migas. Contohnya pergantian pipa, bisa karena abrasi, kebocoran, pencurian minyak, lebih kurang 364 km di blok Rokan nilai kontraknya triliun. Kalau Chevron yang mengelola, harusnya ini dibuka proses lelang dan tender terbuka.

Namun, pemerintah ambil kebijakan menunjuk Pertagas alasannya karena tidak ada waktu. Lalu Pertagas tunjuk anak perusahaannya untuk penggantian pipa. “Kita gak tahu itu kapan dilelang, tiba-tiba sudah ditunjuk saja. Nah itu yang kita khawatirkan,” ungkapnya.

Contohnya lagi Asrindo Citra Seni punya 17 rig pengeboran atau perawatan sumur. Azwir melanjutkan, besok jika Pertamina masuk langsung tunjuk anak perusahaannya.

“Harusnya pemerintah daerah yang lebih proaktif untuk mendukung proses peralihan blok Rokan. Kami belum mendapat arahan dari Gubernur terkait hal ini,” jelas Azwir.

Pelaku usaha yang tergabung di asosiasi menilai sepanjang peluang atau tender itu dibuka pihaknya akan ikut. Berbeda jika sudah ditunjuk. Apapun pekerjaan yang ditawarkan oleh Chevron, perusahaan lokal mampu mengerjakan. Contoh perusahaannya satu-satunya kontraktor lokal West Injection yang menyuntikkan limbah ke sumur bor. Selama ini berkisar 14 tahun berkontrak dengan Chevron adalah perusahaan dari Jakarta.

Asosiasi pun mendorong pemberdayaan tenaga kerja lokal yang terampil dan terlatih dalam membantu kegiatan proses produksi. Menurutnya, pengelolaan blok Rokan entah itu dibuatkan BUMD atau perusahaan konsorsium hendaknya didukung oleh SDM yang terbaik di bidangnya.

Pihaknya berharap Pertamina Hulu Rokan, SKK Migas, Pemerintah dapat bersinergi dengan pengusaha lokal untuk menjamin iklim investasi dan produksi blok Rokan agar tetap kondusif dan berjalan lancar tanpa ada gangguan. (K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Blok Rokan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top