Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Singkong dan Jagung Cocok untuk Investasi Cadangan Logistik

Sumbar sudah swasembada pangan dalam kurun 10 tahun terakhir ini.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  11:37 WIB
Presiden Joko Widodo memanen jagung. - ANTARA/Zabur Karuru
Presiden Joko Widodo memanen jagung. - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, PADANG — Badan Cadangan Logistik Strategis (BCLS) yang dikelola Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sedang mencari jenis investasi usaha yang tepat di Sumatera Barat. Komoditas Singkong dan Jagung jadi kandidat yang dipilih untuk kebutuhan cadangan logistik strategis.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menilai investasi usaha di bidang pertanian Sumbar cocok untuk komoditas singkong dan jagung. Sementara lahan tanaman padi, sudah maksimal karena pengairan dan ketersedian lahan ada aliran airnya sudah baik.

“Ada program pembukaan cetak sawah baru dengan dana Rp19 juta per hektar saat ini hampir tidak ada kabupaten yang mau mengambil. Ini menandakan lahan persawahan sudah maksimal,” kata Irwan seperti dikutip keterangan resmi, Jumat (28/8/2020).

Lebih lanjut Gubernur Sumbar menyampaikan investasi dalam usaha pertanian padi tentunya tidak akan memberikan keuntungan yang lebih karena lahan pertanian yang berjenjang dan kecil-kecil serta lahan ketersediaan air yang ada.

“Sumbar sudah swasembada pangan dalam kurun 10 tahun terakhir ini,” tambahnya.

Lahan kosong untuk investasi di Sumbar masih banyak, namun persoalan daerah lahan tersebut milik tanah ulayat, maka jika ada investasi tanaman pangan ini tentu lebih dekat dengan budaya Sumbar bagi hasil atau "disapatigokan".

"Diharapkan Kemenhan memberikan gambaran terhadap program BCLS. Soal lahan lakukan investigasi kelapangan dahulu bersama dinas terkait, agar terlihat gambaran realita yang ada, khawatir nanti tidak membawa keuntungan bagi pihak yang mengelola BCLS ini," pintanya.

Kakanwil Kemenhan Choirul M menjelaskan, konsep rancangan Perpres BCLS dengan tugas merumuskan dan mengkoordinasikan perencanaan perumusan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara.

Adapun yang mencakup cadangan logistik strategis yaitu cadangan pangan strategis karbohidrat dan protein. Cadangan farmasi dan alat kesehatan serta obat-obatan, cadangan energi strategis bahan bakar minyak terbarukan.

Choirul juga katakan, khusus produksi singkong Indonesia lebih baik dari beberapa negara tetangga. Produksi singkong Indonesia bisa mencapai 23 ton/ha, sedangkan negara Thailand 22 ton/ha, China 16 ton/ha dan Vietnam 19 ton/ha.

"Singkong sebagai sumber nutrisi memiliki kansungan makronutren dan mikronutren. Dan di Indonesia lumbung singkong belum mendunia. Dan seiring waktu produksi terus turun karena minimnya investor dan dana bagi petani," katanya.

Produk-produk turunan dasar singkong dapat menjadi pasta/mie, tepung tapioka, tepung MOCAF, makanan ternak, mutiara boba, bio plastik, obat-obatan dan biofuel dari akar singkong.

"Produksi singkong untuk 30.000 ha (1 pabrik per 30.000 ha) diperlukan tenaga kerja setingkat 4 batalion. Timeline singkong tahun 2024 menuju pembukaan lahan 1 juta ha," kata Choirul.

Kadis Pertanian Holtikutural Sumbar Syafrizal Jejeng juga sampaikan, saat ini lahan yang potensial bagi investor BCLS, aman dan nyaman itu ada 11ribu ha di ruang silaut Pesisir Selatan dan 54 ribu ha di Siberut Kepulauan Mentawai.

"Jika ada investor tanaman singkong untuk Sumbar kita akan lakukan peninjauan kelapangan menanyakan siapa pemiliknya, luas lahan. Kita tawarkan kerjasama pada lahan kosong mereka untuk membuka kemajuan investasi ini," kata Syafrizal.

Namun disisi lain Syafrial mengatakan tanaman ketahanan selain padi, adalah jagung dan singkong. Jagung sangat baik dalam perkembangunan ekonomi selain itu padi dan singkong.

"Jagung dapat panen 4 kali setahun, sementara tanaman singkong butuh waktu panen 8 bulan untuk mendapatkan penghasilan, karena itu kita mengarahkan pada tanaman jagung," ungkapnya.

Pembahasan ini dilakukan dalam rapat Gubernur Sumbar dengan Kepala Kanwil Kemenhan Sumbar bersama OPD terkait di ruangan kerja gubernur, Kamis (27/8/2020). Hadir dalam kesempatan tersebut Plh Sekdaprov Nasir Ahmad, Kadis Pertanian, Kadis Lingkungan Hidup, Ka Balitbang, Kadis Kehutanan, Utusan BPN Sumbar, Plt. Kabiro Humas, Utusan Bappeda Sumbar, serta beberapa pejabat di lingkungan Kemenhan Sumbar.(K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan logistik
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top