Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Penyebab Ekonomi Riau Kuartal Kedua 2020 Turun 3,22 Persen

Penyumbang kontraksi ekonomi terbesar menurut lapangan usaha adalah perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 2,23 persen.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  13:31 WIB
Kondisi terbengkalai sentra UMKM pusat jajanan serba ada (Pujasera) Riau di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Selasa (28/7/2020). Pemprov Riau berencana untuk merevitalisasi Pujasera di lahan seluas 1,4 hektare tersebut sebagai sentra UMKM karena kondisi sekarang sudah rusak berat dan membahayakan untuk ditempati. - Antara/FB Anggoro
Kondisi terbengkalai sentra UMKM pusat jajanan serba ada (Pujasera) Riau di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Selasa (28/7/2020). Pemprov Riau berencana untuk merevitalisasi Pujasera di lahan seluas 1,4 hektare tersebut sebagai sentra UMKM karena kondisi sekarang sudah rusak berat dan membahayakan untuk ditempati. - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, PEKANBARU — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau kuartal II/2020 turun 3,22 persen dibanding triwulan II/2019 (y-on-y). Meski ekspor naik sebesar 5,57 persen sebab permintaan luar negeri terhadap CPO dan turunannya, serta bubur kayu, tak mampu mengangkat ekonomi Bumi Lancang Kuning.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau merilis kondisi perekonomian Riau dengan Produk Domestik Regional Bruto terbesar ke 6 di Indonesia dan nomor 2 di Sumatra, Rabu (5/8/2020).

Penyumbang kontraksi ekonomi terbesar menurut lapangan usaha adalah perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 2,23 persen kemudian pertambangan dan penggalian sebesar 1,21 persen dari total kontraksi 3,22 persen.

BPS Riau identifikasi fenomena PDRB menurut lapangan usaha mengapa turun yaitu jasa perusahaan terkontraksi 47, 28 persen lantaran terhentinya kegiatan perjalanan haji dan umrah selama pandemi Covid-19, berkurangnya persewaan alat pesta dan sejenisnya serta pembatalan/penundaan kegiatan Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Jasa Lainnya terkontraksi 43,06 persen. Ditutupnya 117 destinasi wisata akibat pandemi Covid-19, termasuk pembatalan kegiatan "Bakar Tongkang“, serta berkurangnya secara drastis kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum terkontraksi 42,19 persen. Kebijakan pembatasan perjalanan dinas dan rapat/pertemuan instansi pemerintah maupun swasta, pembatalan/penundaan kegiatan MICE, serta berkurangnya kunjungan wisatawan berdampak pada menurunnya tingkat penghunian kamar hotel serta omset usaha restoran.

Transportasi dan Pergudangan terkontraksi 37,99 persen. Adanya kebijakan Kementerian Perhubungan untuk membatasi operasional pesawat terbang serta kebijakan Pemprov Riau untuk menutup akses bandara dan pelabuhan laut untuk keberangkatan/kedatangan penumpang dari dan ke negara tetangga mengakibatkan anjloknya kegiatan transportasi maupun jasa pengiriman barang.

Perdagangan terkontraksi 22,07 persen. Terjadi penurunan penjualan mobil dan sepeda motor secara ritel yang dipicu adanya kelesuan ekonomi serta adanya pembatasan aktivitas di luar rumah. Selain itu, akibat kebijakan PSBB banyak toko/tempat jualan yang mengurangi jam operasional.

Pertambangan dan Penggalian terkontraksi 6,92 persen. Terjadinya penurunan produksi minyak mentah karena penurunan alami (natural declining) dari sumur-sumur tua serta minimnya investasi pengeboran. Selain itu, terjadi penurunan penyerapan gas bumi akibat pengurangan kegiatan di kawasan industri. Hal ini sejalan dengan berkurangnya kegiatan operasional selama masa pandemi Covid-19.

Ada tiga distribusi terbesar dalam struktur PDRB menurut pengeluaran, yaitu Pengeluaran Rumah Tangga 41, 79 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto 37, 78 persen dan Ekspor sebanyak 24,99 persen. Pada kuartal II-2020 ini, hampir semua komponen turun kecuali ekspor mengalami pertumbuhan 5,57 persen.

BPS juga identifikasi fenomena PDRB menurut pengeluaran diantaranya Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) terkontraksi 11,80 persen. Adanya kebijakan pembatasan/penghentian kegiatan ibadah berjamaah (shalat Jum'at) di masjid serta kebaktian di gereja berdasarkan surat edaran Gubernur Riau, serta penurunan intensitas kampanye pilkada di beberapa kabupaten/ kota akibat pengunduran jadwal pilkada menjadi Desember 2020.

Konsumsi Pemerintah terkontraksi 10,47 persen. Adanya kebijakan untuk tidak memberikan THR kepada pejabat eselon 1 dan 2 serta pengurangan nilai THR (tanpa tunjangan kinerja). Selain itu, adanya refocussing anggaran pemerintah dalam rangka penanggulangan dampak Covid-19.

Impor luar negeri pada triwulan ini terkontraksi 9,08 persen. Terjadi penurunan impor pada beberapa komoditas yang termasuk dalam barang konsumsi dan bahan baku/penolong akibat kelesuan ekonomi.

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga terkontraksi 5,80 persen. Terjadi pelemahan daya beli masyarakat menyebabkan pengeluaran rumah tangga diprioritaskan pada kebutuhan bahan makanan serta komunikasi untuk kegiatan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) sehingga pengeluaran pada komponen yang lain menjadi berkurang.

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terkontraksi 3,83 persen. Telah selesainya beberapa proyek strategis (seperti jalan tol Pekanbaru-Dumai), adanya kebijakan penggeseran anggaran belanja modal untuk penanganan dampak Covid-19, penurunan pembelian kendaraan untuk usaha/kantor, serta penundaan kegiatan pembangunan/perbaikan besar bangunan tempat tinggal untuk rumah tangga akibat pelemahan ekonomi.

Ekspor luar negeri tumbuh 5,57 persen. Meningkatnya permintaan luar negeri terhadap beberapa komoditas utama Riau seperti CPO dan turunannya serta bubur kayu/pulp. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Riau masih lebih baik dari nasional yang turun mencapai 5,32 persen.(K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi riau pekanbaru
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top