Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemkot Batam kembali Terapkan WFH selama 14 Hari

Pemerintah Kota (Pemkot) Batam kembali memberlakukan kebijakan work from home (WFH) mulai hari ini Selasa (4/8/2020) selama 14 hari.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  13:30 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin. - Bisnis/Bobi Bani.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin. - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam kembali memberlakukan kebijakan work from home (WFH) mulai hari ini Selasa (4/8/2020) selama 14 hari.

Jefridin, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Batam, mengatakan kebijakan WFH tersebut akan dievaluasi lagi untuk dilanjutkan sampai waktu yang belum ditentukan, sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 di Batam.

Sistem WFH ini adalah yang kedua, dari sebelumnya telah diberlakukan pada masa awal sebaran Covid-19 di Batam.

Sistem WFH kembali diberlakukan karena jumlah kasus Covid-19 di Batam meningkat cukup signifikan. Dalam beberapa hari belakangan, total ada tambahan 72 kasus terkonfirmasi positif baru dari kasus anggota Polri dan PMI.

WFH ini sebagai wujud usaha bersama untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemko Batam. Masyarakat juga diharapkan bisa terus menaati protokol kesehatan untuk bersama dengan pemerintah mengurangi penyebaran pandemi ini.

"Kami kembali menerapkan WFH, karena lonjakan kasus baru belakangan meningkat cukup banyak," kata Jefridin saat ditemui di Alun-alun Engku Putri Batam, Batam Centre, Batam pada Selasa (4/8/2020),

Pemberlakuan WFH ini, berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Batam Nomor 01 tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja dan perubahan keempat atas surat edaran wali kota batam nomor 181 tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Covid-19.

SE Wali Kota Batam ini juga berisi ketentuan penerapan WFH melalui keterwakilan pegawai di tiap Organisasi Perangkat Dinas (OPD) tidak lebih dari 50 persen dari jumlah pegawai.

"Jadi 50 persen pegawai masuk dan sisanya bekerja dari rumah, kalau dibutuhkan tetap wajib ke kantor ketika diminta datang," kata Jefridin lagi.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, pihaknya terus melakukan penyisiran terhadap masyarakat Batam. Utamanya fokus pada masyarakat yang terkait dengan kasus positif yang masih dalam perawatan di beberapa rumah sakit rujukan.

"Kita terus lakukan penyisiran," kata Amsakar.

Upaya tersebut, lanjut Amsakar akan terus dilakukan sampai kasus Covid-19 di Batam bisa terselesaikan. Wakil Wali Kota Batam ini juga berharap peran serta masyarakat untuk bisa mendukung penanganan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

Sampai Senin (3/8) kemarin, ada 335 kasus positif Covid-19 di Batam. Dengan perincian 254 pasien sembuh, 66 pasien dalam perawatan dan 15 orang pasien meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam Work From Home
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top