Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bangka Belitung Terus Genjot Produksi Lada

Pemprov Bangka Belitung berjanji tidak akan berhenti memberi dukungan kepada petani lada. Di sisi lain, petani diminta tidak lagi mengandalkan cara tanam tradisional.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  19:07 WIB
Tanaman lada. - Antara
Tanaman lada. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menegaskan pemerintah tidak akan berhenti memberi dukungan kepada petani lada. Di sisi lain, dia meminta petani tidak lagi mengandalkan cara tanam tradisional.

Hal itu dikemukakan Gubernur Babel ketika memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Subur Tani dan Sumber Barokah di Desa Bedengung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, pada Rabu (8/7/2020).

Sebanyak 16.000 bibit lada, 4.000 kg pupuk organik, 160 kg trichoderma, dan 100 liter hebrisida diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Babel.

Erzaldi menegaskan pemerintah tidak akan berhenti memberi dukungan kepada petani lada. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengembalikan kejayaan di Babel.

"Kita kembalikan kejayaan lada di Babel ini. Untuk itu, Pemprov memberikan bantuan bibit, pupuk, dan trichoderma. Bantuan ini kami berikan gratis kepada masyarakat untuk mengurangi modal petani Rp6 juta hingga Rp10 juta. Jadi, tolong dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Dia meminta petani tidak lagi megandalkan cara tanam tradisional mengingat kondisi lahan saat ini tidak sama lagi. Petani tidak boleh menanam bibit sebelum memperoleh penyuluhan dan pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL).

"Bibit yang kami berikan ini unggul dan bersertifikat. Oleh karenanya, cara tanamnya pun menggunakan metode baru dengan standar operasional prosedur [SOP] yang akan disampaikan oleh PPL. Jadi, saya minta PPL harus aktif mendampingi petani," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur Erzaldi memberikan tips cara menanam bibit serta penggunaan pupuk yang tepat.

"Metode tanam harus tepat, harus memperhatikan arah sinar matahari. Luasan lubang berukuran 40x40 cm agar akar dapat berkembang dengan cepat untuk menyerap nutrisi. Penggunaan pupuk pun harus sesuai, ini kami juga berikan trichoderma untuk menghindari busuk batang dan penyakit kuning pada lada," ujarnya.

Erzaldi juga memberikan motivasi kepada petani walaupun saat ini harga masih rendah. "Turun naiknya harga lada ditentukan oleh pasar. Oleh karena itu, petani diharapkan mampu ikut menjaga pasokan lada di pasar. Kuncinya, petani harus kompak."

Untuk membantu perekonomian petani, Erzaldi meminta petani lada terus berinovasi memanfaatkan sistem tumpang sari.

"Jangan hanya mengandalkan satu komoditas. Upayakan tumpang sari memanfaatkan celah lahan kosong di antara komoditi utama. Tanam cabe, jahe, serta tanaman lain sesuai dengan instruksi PPL," ungkapnya sebagaimana dilansir laman resmi Pemprov Babel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bangka belitung lada
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top