Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, Ekspansi Sektor Usaha di Palembang Tertunda

Pandemi Covid-19 membuat ekspansi bisnis sejumlah sektor usaha di Kota Palembang yang rencananya dimulai pada tahun ini terpaksa tertunda.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  17:18 WIB
Masyarakat mengantre untuk mengurus perizinan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang. Bisnis/dinda wulandari
Masyarakat mengantre untuk mengurus perizinan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang. Bisnis/dinda wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Ekspansi bisnis sejumlah sektor usaha di Kota Palembang yang rencananya dimulai tahun ini harus tertunda lantaran terdampak Covid-19.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang Akhmad Mustain mengatakan rencana ekspansi usaha tersebut tertunda karena kondisi cashflow perusahaan yang terganggu akibat pandemi.

“Padahal sudah ada beberapa perusahaan yang memaparkan rencananya ke kami untuk mengembangkan usaha mereka, namun ternyata harus pending,” kata Mustain, Kamis (26/6/2020).

Mustain membeberkan sejumlah usaha yang menunda ekspansi, seperti pengembang Citra Land yang menunda pembangunan food court di kawasan perumahan milik Ciputra tersebut. Begitu pula pengembang hunian Citra Grand City yang menunda pembangunan bioskop di kawasan yang berlokasi di Jalan Bypass Alang-Alang Lebar, Kota Palembang.

Dia melanjutkan ada pula pengelola ritel modern lokal, yakni JM Group yang menunda pembangunan cabang baru di Kawasan Kertapati.

“JM mau tambah cabang di Kertapati, namun karena kondisi seperti ini untuk bayar gaji saja mereka berat, akhirnya mereka tunda,” kata Mustain.

Meskipun demikian, pihaknya optimistis iklim usaha di Palembang bakal membaik pada Kuartal IV/2020. Apalagi saat ini, kata dia, kondisi di kota itu sudah menuju ke tatanan normal baru. 

Mustain melanjutkan pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan untuk memantau progres rencana para pelaku bisnis tersebut. 

“Misalnya, dengan pihak Aldiron yang merupakan pengembang Pasar Modern Cinde, mereka pun berencana pertengahan Juli bakal mulai pembangunan kembali,” katanya.

Diketahui, DPMPTSP Kota Palembang menargetkan investasi Kota Palembang pada tahun ini mencapai Rp3,12 triliun. Target tersebut naik signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp1,54 triliun.

Menurut Mustain, investasi yang masuk ke Kota Palembang masih didominasi sektor usaha yang berkenaan dengan perdagangan dan jasa, mencakup pariwisata, restoran, rumah makan dan angkutan.

Dia mengatakan pihaknya berharap pelaku usaha kembali melanjutkan perizinan dan rencanan pembangunannya sehingga dapat memberikan dampak positif untuk penyerapan tenaga kerja dan geliat ekonomi di kota itu.

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan pihaknya maklum jika pelaku usaha tidak mengurus perizinan pada tahun ini.

“Kami maklum jika ada yang proses perizinannya berhenti atau tidak meneruskan rencana ke depan. Tapi sekarang, kita juga ingin ekonomi berjalan kembali, jangan sampai rodanya berhenti karena dapat membuat kemiskinan dan pengangguran bertambah,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top