Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DJP Riau Sudah Kantongi Pengajuan Insentif Pajak dari Pengusaha

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau mengumumkan sudah ada beberapa pihak yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan insentif pajak di Provinsi Riau.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 April 2020  |  17:21 WIB
Ilustrasi - Petugas Pajak melayani wajib pajak untuk mengisi form pelaporan SPT Pajak Tahunan melalui daring di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumut I di Medan, Sumatera Utara, Senin (2/3/2020). Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengingatkan batas pelaporan untuk wajib pajak pribadi sampai tanggal 31 Maret 2020 sedangkan untuk wajib pajak badan usaha sampai 30 April 2020. - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Ilustrasi - Petugas Pajak melayani wajib pajak untuk mengisi form pelaporan SPT Pajak Tahunan melalui daring di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumut I di Medan, Sumatera Utara, Senin (2/3/2020). Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengingatkan batas pelaporan untuk wajib pajak pribadi sampai tanggal 31 Maret 2020 sedangkan untuk wajib pajak badan usaha sampai 30 April 2020. - ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Bisnis.com, PEKANBARU - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau mengumumkan sudah ada beberapa pihak yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan insentif pajak di Provinsi Riau.

Adapun, pemerintah telah mengeluarkan insentif pajak melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 23/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Corona dan PMK No. 28/PMK.03/2020 tentang Pemberian Fasilitas Pajak Terhadap Barang dan Jasa yang Diperlukan Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019.

M. Agus Budisantoso, Kepala Bidang DP3 Kanwil DJP Riau, menyampaikan pihaknya telah mengantongi beberapa permohonan dari pengusaha. Namun, dia belum dapat memerinci berapa banyak pengajuan yang diterima dan ditolak.

“Sampai sekarang sudah banyak yang mengajukan [insentif pajak] tapi angka persisnya akan kami update dan sampaikan lebih lanjut,” kata Agus lewat konferensi pers virtual pada Selasa (28/4/2020).

Agus mengingatkan bahwa pengajuan insentif pajak tersebut harus dilakukan secara online. Adapun, para pemohon yang telah menyampaikan berkas ke Kanwil DJP Riau disebutnya masih banyak yang menggunakan jalur manual.

“Oleh sebab itu kemarin sudah kami sarankan kepada masing-masing pengaju tersebut untuk mengajukan secara online,” imbuh Agus.

Adapun, pemerintah telah mengeluarkan insentif pajak melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 23/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Corona.

Dalam beleid tersebut, Agus menjelaskan, para wajib pajak bisa mendapat PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP), pembebasan PPh 22 Impor, pengurangan PPh Pasal 25, dan Restitusi PPN dipercepat bagi PKP berisiko rendah.

Selanjutnya dalam PMK No. 28/PMK.03/2020 disebutkan adanya insentif pembebasan PPn dan insentif PPh berupa pembebasan dari pemotongan PPh Pasal 21, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, Pembebasan PPh Pasal 22, dan pembebasan PPh Pasal 23.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak riau covid-19
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top