Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembagian Sembako di Pekanbaru Terkendala Karena Sebagian Masyarakat Menolak

Pembagian bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Pekanbaru berjalan tidak lancar. Pasalnya, beberapa masyarakat menolak untuk menerima paket bantuan tersebut lantaran pemerintah dinilai tidak adil.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 April 2020  |  13:25 WIB
ILUSTRASI - Pengemudi ojek daring menerima bantuan sembako dari Presiden Joko Widodo di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4/2020). Sebanyak 500 paket sembako dibagikan untuk warga yang terkena dampak ekonomi akibat wabah pandemi virus Corona (COVID-19) di Kota Bogor. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah
ILUSTRASI - Pengemudi ojek daring menerima bantuan sembako dari Presiden Joko Widodo di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4/2020). Sebanyak 500 paket sembako dibagikan untuk warga yang terkena dampak ekonomi akibat wabah pandemi virus Corona (COVID-19) di Kota Bogor. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah

Bisnis.com, PEKANBARU—Pembagian bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Pekanbaru berjalan tidak lancar. Pasalnya, beberapa masyarakat menolak untuk menerima paket bantuan tersebut lantaran pemerintah dinilai tidak adil.

Sementara itu, pemerintah mengatakan bahwa tiga jenis bantuan yang diberikan seharusnya tidak tumpang tindih.

Ingot Ahmad Hutasuhut, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, mengatakan bahwa RT dan RW yang telah terdata harus memahami bahwa penerima bantuan yang disalurkan saat ini merupakan warga terdampak Covid-19 yang terdaftar sebagai penerima Beras Cadangan Pemerintah (BCP) yang sebanyak 100 ton.

"Masyarakat kita ini ada yang masuk ke [program] PKH, BPNT, dan BLT Covid-19. Mereka ini semua [yang telah] dibantu melalui APBN, tidak boleh lagi kita bantu [dari pemkot]. Makanya yang dibantu pemerintah kota melalui BCP hanya 15.000 KK lebih," kata Ingot, seperti dikutip dari keterangan resmi pada Senin (27/4/2020).

Adapun, masyarakat di Kota Pekanbaru yang terdampak Covid-19 akan mendapat bantuan lewat Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Sementara pemerintah kota menyiapkan bantuan berupa BCP dan lauk pauk.

Ingot menunjukkan total penerima bantuan di Kota Pekanbaru sebanyak 51.000 KK dengan perincian 36.000 KK menerima bantuan dari pemerintah pusat dan 15.000 KK menerima bantuan dari pemerintah kota.

Saat ini, Pemerintah Kota Pekanbaru tengah membagikan bantuan sembako berupa beras dari cadangan milik pemerintah di Bulog kepada 15.000 KK tersebut.

Sementara bantuan dari pemerintah pusat melalui tiga program tadi masih diproses untuk pencairan kepada 36.000 KK.

Hingga Minggu (26/4/2020), Pemkot Pekanbaru baru menyalurkan sekitar 20 persen dari total 15.625 paket sembako kepada 12 kecamatan yang terdata. Paket itu terdiri dari 100 ton beras yang disalurkan Bulog dan bahan lauk pauk dari pemerintah kota. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos Virus Corona covid-19
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top