Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disperindag Sumut Pastikan Ketersediaan Gula Aman

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatra Utara memastikan pasokan gula pasir konsumsi segera masuk pasar untuk mengatasi lonjakan harga karena ketersediaan yang terbatas.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 April 2020  |  13:44 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MEDAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatra Utara memastikan pasokan gula pasir konsumsi segera masuk pasar guna mengatasi lonjakan harga akibat persediaan yang terbatas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatra Utara Zonny Waldi mengatakan industri mulai melakukan pengolahan gula rafinasi menjadi gula konsumsi masyarakat pada pekan ini. Disperindag telah memberikan penugasan khusus kepada PT Medan Sugar Industry untuk mengolah gula rafinasi sebanyak 15.000 ton. 

Pasokan gula konsumsi saat ini belum masuk ke pasar karena masih menunggu kemasan karung plastik. Disperindag memperkirakan kekosongan gula dapat terisi mulai akhir pekan ini. 

"Sekitar 18-19 April [mulai masuk pasar]. Mereka [PT MSI] punya kapasitas mengolah 500-600 ton per hari," katanya dikutip pada Kamis (16/4/2020). 

Zonny berharap kekosongan gula yang mulai terisi dapat meredam harga yang melonjak belakangan ini. Berdasarkan informasi harga rata-rata bahan pokok pada Rabu (15/4/2020), harga rata-rata gula kristal putih curah Rp18.667 per liter, di atas harga acuan pembelian Rp12.500 per kg. 

Harga gula yang tinggi karena stok kian menipis. Data pekan lalu,  persediaan gula pasir di Sumut hanya 1.200 ton dari rata-rata kebutuhan 21.020 ton per bulan.

Lebih lanjut, Disperindag Sumut akan meminta tambahan gula penugasan untuk memastikan stok aman sampai 3 bulan mendatang. Pihaknya masih menghitung jumlah penambahan yang akan diusulkan ke Kementerian Perdagangan. 

Sumatra Utara mengantongi penugasan untuk mengolah gula rafinasi menjadi gula konsumsi sebanyak 15.000 ton. Sedangkan rata-rata kebutuhan gula di Sumut mencapai 21.020 ton per bulan. Adapun, kebutuhan pada periode Ramadhan dan Lebaran diperkirakan menjadi 23.122 ton per bulan. 

"Kita akan minta tambahan penugasan agar barang itu cukup sampai bulan haji. Angkanya masih dihitung," imbuhnya. 

Zonny menambahkan, kecuali gula, ketersediaan komoditas pangan pokok di Sumatra Utara aman menjelang Ramadhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula rafinasi pemprov sumut
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top