Lonjakan Harga Emas Topang Kinerja Rifan Financindo Pekanbaru hingga Akhir Tahun

Melesatnya harga emas sejak pertengahan 2019 hingga awal tahun ini berdampak positif terhadap kinerja PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Pekanbaru. Diharapkan, menjelang akhir tahun ini volume transaksi di perseroan terus terkerek.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  14:15 WIB
Lonjakan Harga Emas Topang Kinerja Rifan Financindo Pekanbaru hingga Akhir Tahun
Karyawan menunjukan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, PEKANBARU - Melesatnya harga emas sejak pertengahan 2019 hingga awal tahun ini berdampak positif terhadap kinerja PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Pekanbaru. Diharapkan, menjelang akhir tahun ini volume transaksi di perseroan terus terkerek.

Adapun, sebanyak 80% transaksi di perdagangan berjangka milik RFB Pekanbaru berasal dari Locogold atau kontrak emas berjangka.

Liwan, Pimpinan Cabang RFB Pekanbaru, menjelaskan bahwa analis dan pelaku pasar meyakini lonjakan harga emas bakal tetap stabil pada kisaran US$1.600 per ons troi selama beberapa bulan ke depan waluapun nilai tukar dolar AS dan pasar saham berpotensi menguat.

“Prediksi para analis dan pelaku pasar terhadap harga emas yang diperkirakan menyentuh level US$1.600 per ons troi menjadi kenyataan. Sejak pertengahan tahun 2019, harga emas mulai merangkak naik ke sekitaran level US$ 1.400-US$ 1.500 per troy ounce,” jelas Liwan, Kamis (19/3/2020).

Adapun, penguatan harga emas menyusul wabah virus corona atau Covid-19  yang melanda China sejak Januari lalu.

Virus Corona yang telah menewaskan hampir 2.000 orang serta menyebar ke beberapa negara itu pun mempengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi global

Ancaman resesi, lanjut Liwan, saat ini mulai menggentayangi yang tercermin oleh pemangkasan perkiraan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara maju seperti Jerman, Singapura, dan Jepang.

Untuk tahun ini, RFB Pekanbaru menargetkan total volume transaksi sekitar 250.000 lot dan jumlah nasabah sebanyak 400 orang.

"Berbicara pasar, sulit dipungkiri emas merupakan produk investasi yang selalu diburu di tengah situasi yang sedang volatil karena sifatnya safe haven. Ketika dolar AS melemah maka emas akan naik, atau ketika ada gejolak resesi di beberapa negara, dan perstiwa besar yang membuat masyarakat dunia cemas, emas juga akan naik, demikian analisa sederhananya," papar Liwan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini, bursa berjangka

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top