Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penumpang AirAsia ini Dilarikan ke RS Padang, Sesak Nafas dengan Suhu Tinggi

Seorang penumpang pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur-Padang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang setiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat, karena mengalami sesak nafas dan suhu badan mencapai 36,6 derajat celcius.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  12:26 WIB
Petugas bandara memandu pesawat udara setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Kamis (24/1/2019). Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang. ANTARA FOTO - Iggoy el Fitra
Petugas bandara memandu pesawat udara setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Kamis (24/1/2019). Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang. ANTARA FOTO - Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG PARIAMAN - Seorang penumpang pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur-Padang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang setiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat, karena mengalami sesak nafas dan suhu badan mencapai 36,6 derajat celcius.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II Yos Suwagiyono di Padang Pariaman, mengatakan penumpang tersebut baru dicurigai suspect virus Corona atau Covid-19.

"Untuk memastikan seseorang terpapar virus Corona harus melalui cek lab dan itu baru bisa dilakukan di Jakarta dan juga harus disampaikan resmi oleh pihak yang berkompeten," ujarnya Senin (16/3/2020), seperti dilaporkan Antara.

Ia menjelaskan kronologi berdasarkan laporan lapangan, penumpang asal Kabupaten Kerinci berusia 47 tahun tersebut saat melewati pemindai panas tubuh (thermal scanner) di area kedatangan internasional, terdeteksi dengan kondisi sesak nafas.

"Yang bersangkutan setelah ditanya petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengaku sudah tiga hari sesak nafas, ujarnya

KKP Bandara langsung melakukan penanganan sesuai protokol, penumpang tersebut langsung di isolasi dan diwawancara lalu dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di Bandara, pria asal Kabupaten Kerinci itu pergi ke Malaysia untuk bekerja sebagai buruh sejak 14 Februari 2020. Lalu pada 16 Maret 2020 kembali lagi ke Indonesia lewat Bandara Internasional Minangkabau.

Sementara untuk penumpang yang duduk tiga baris berdekatan dengan penumpang yang terindikasi, juga dilakukan wawancara, dan mereka sudah dipulangkan serta dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Usai kejadian, ruang kedatangan internasional Bandara Internasional Minangkabau langsung disemprot dengan cairan disinfektan untuk antisipasi sesuai protokol.

Ia memastikan semua protokol kesehatan dalam penanganan wabah Covid-19 19 telah dilaksanakan di Bandara Internasional Minangkabau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Bandara Minangkabau covid-19

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top