Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minim Wisata Alam, Pekanbaru Optimalkan Potensi Wisata Buatan

Pekanbaru mengembangkan potensi wisata buatan (man-made) untuk mengoptimalkan potensi wisata di wilayah tersebut.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  13:39 WIB
Investor dikabarkan akan mengembangkan Danau Bandar Kayangan - riau.go.id
Investor dikabarkan akan mengembangkan Danau Bandar Kayangan - riau.go.id

Bisnis.com, PEKANBARU - Minimnya atraksi wisata alam di Kota Pekanbaru, pemerintah pun mencari peluang dengan mengembangkan potensi wisata buatan atau man-made.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru Ardiansyah Eka Putra menyampaikan dalam perkembangan terbaru sudah ada pihak yang akan mengembangkan danau buatan Danau Bandar Kayangan.

“Sekarang Danau Bandar Kayangan sudah ada investor yang akan kembangkan, BUMD yang akan menyewa dan mengomersilkan,” ungkap Ardiansyah kepada Bisnis, Rabu (19/2/2020).

Ardiansyah menambahkan saat ini pihak PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) tengah merevisi proposal terkait rencana bisnis selama 5 tahun ke depan untuk mengembangkan danau buatan di ibu kota provinsi Riau tersebut. 

Ardiansyah belum dapat mengungkapkan nilai investasi yang akan ditanamkan pengelola Kawasan Industri Tenayan (KIT) tersebut.

Wisata Danau Bandar Kayangan, setelah objek wisata ini beroperasi, diharapkan mampu menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Menurut Ardiansyah, pengembangan ini akan menguntungkan seluruh pihak yaitu perusahaan daerah mendapat kesempatan berusaha, PAD masuk ke kas daerah, dan masyarakat memiliki pilihan tempat rekreasi.

Sementara itu Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi mengakui saat ini pengelolaan Danau Bandar Kayangan belum efektif. Dengan masuknya investor diharapkan brand dari danau buatan ini bisa semakin kuat.

“Saya berharap Danau Bandar Kayangan juga bisa membuka lapangan pekerjaan dan perekonomian bagi masyarakat setempat," ujar Ayat. 

Menuru Ardiansyah pengembangan objek pariwisata juga diperkuat di sisi Sungai Siak.

Sungai tektonik paling dalam di Indonesia itu sedang dibentuk untuk menjadi salah satu tujuan wisata andalan di Bumi Lancang Kuning.

Namun, karena posisinya membelah sejumlah daerah, Disbudpar Pekanbaru mengingatkan perlunya koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah kota, pemerintah provinsi, maupun kewenangan pusat yang ada di Provinsi Riau.

“Supaya bisa kita selaraskan untuk membangun pariwisata dan industri,” imbuh Ardiansyah.

Sebelumnya, pengusaha asal Malaysia memperlihatkan minat investasi hingga Rp3 triliun untuk membangun objek wisata terpadu di tepi Sungai Siak, Kabupaten Siak.

Dalam kunjungannya ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, bulan lalu, Menteri Pelancongan Kebudayaan dan Warisan Negeri Melaka Dato Muhammad Jailani bin Khamis mengungkapkan bahwa pihaknya berencana mengembangkan kawasan wisata di tepi Sungai Siak untuk menjadi satu ikon kota.

Jailani mengungkapkan nilai investasi yang akan ditanamkan bisa mencapai Rp3 triliun. 

Pihak yang akan menggarap proyek ini disebut berasal dari gabungan pengusaha antara lain pengembang Genting Highland dari Malaysia dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dari Indonesia. Objek wisata di tepi Sungai Siak ini akan dibuat di eks-dermaga milik Pelindo dalam bentuk hotel dan mal.

Menurut Jailani, nantinya akan dibangun ikon seperti Eye on Malaysia di Melaka, yaitu landmark layaknya London Eye di Inggris. Untuk di Pekanbaru, ikon tersebut rencananya bernama Eye on Pekanbaru.

Diharapkan proses invetasi ini bakal tertuang dalam nota kesepahaman yang dapat rampung sebelum Maret 2020.

Jailani menambahkan bahwa investor asal Malaysia tertarik berbisnis di Pekanbaru mengingat ibu kota Provinsi Riau ini merupakan kota dagang dan salah satu tujuan wisata di Pulau Sumatra.

"Jadi, nantinya ada kerja sama perusahaan di Malaysia dan Pekanbaru. Pelindo bakal ikut dalam kerja sama ini," imbuh Jailani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekanbaru
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top