Bisnis Hotel dan MICE di Riau Sangat Potensial

Bisnis perhotelan dan industri MICE (Meeting, Intensive, Convention, and Exhibition) dinilai berpotensi besar untuk digarap di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  15:31 WIB
Bisnis Hotel dan MICE di Riau Sangat Potensial
Bandara Sultan Syarif Kasim II - dipenda.pekanbaru.go.id

Bisnis.com, PEKANBARU - Bisnis perhotelan dan industri MICE (Meeting, Intensive, Convention, and Exhibition) dinilai berpotensi besar untuk digarap di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru.

Shandra Amril, Corporate GM Sales & Marketing PT Labersa Hutahaean yang mengelola Labersa Grand Hotel and Convention Center, mengatakan pihaknya siap mendukung upaya pemerintah memperkuat sektor MICE di Bumi Melayu dengan menghadirkan penawaran premium.

“Sebenarnya potensi [MICE] besar. Kami cukup positif dan sudah banyak event-event yang di-booked di kami sampai 3 bulan ke depan, baik dari pemerintah maupun korporasi dan EO,” katanya kepada Bisnis, Rabu (19/2/2020).

Dirinya pun optimistis sebagai satu-satunya hotel bintang 5 di Provinsi Riau, pihaknya dapat menjadi salah satu pilihan utama bagi para penyelenggara event.

Pasalnya, perseroan menawarkan kawasan terpadu yang terdiri dari hotel, waterpark, dan lapangan golf di satu tempat.

Para pengunjung, ujar Shandra, banyak lebih memilih menginap di kawasan Labersa Grand Hotel walaupun agak sedikit jauh dari pusat kota. Namun, hal itu justru menjadi penariknya karena suasana yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk dapat membuat pengunjung merasa nyaman dan santai.

“Saya sudah perkirakan, ke depannya akan banyak peminat untuk mengambil Pekanbaru sebagai tempat pehelatan acara-acara nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Labersa Hutahaean pun mulai melebarkan sayap hingga ke Provinsi Sumatera Utara pada tahun ini. Shandra menyampaikan bahwa hal itu menunjukkan optimisme perseroan melihat prospek bisnis perhotelan ke depannya.

Mengenai merebaknya virus corona di China baru-baru ini, Shandra menilai tidak berdampak terhadap bisnis perseroan lantaran Riau masih bebas dari virus tersebut. Lagipula, turis yang berkunjung disebutnya lebih banyak berasal dari Malaysia ketimbang dari China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pekanbaru

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top