Lion Group Tambah Fasilitas di Bandara Hang Nadim Batam

Jika sebelumnya telah dibangun beberapa hanggar di lahan seluas 30 hektare bersama grup Garuda Indonesia, di tahun 2020 ini bisa 50 hektare.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  05:44 WIB
Lion Group Tambah Fasilitas di Bandara Hang Nadim Batam
Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait di Aula Balairungsari BP Batam, Batam Centre, Batam pada Selasa (18/2). - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM — Lion Air Group menambah luasan maintenance, repair and overhaul (MRO) di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

Jika sebelumnya telah dibangun beberapa hanggar di lahan seluas 30 hektare bersama grup Garuda Indonesia, di tahun 2020 ini luas area perawatan pesawat milik Batam Aero Teknik (BAT) yang merupakan anak perusahaan dari Lion Group ini akan ditambah lagi hingga menyentuh angka 50 hektare.

Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait di Aula Balairungsari BP Batam, Batam Centre, Batam pada Selasa (18/2/2020) menuturkan, perluasan yang dilakukan diharapkan bisa menambah kapasitas pesawat yang bisa terlayani di unit usaha Lion Air Group di Batam ini.

Ia menargetkan ada lebih dari 50 pesawat yang bisa parkir secara bersamaan dengan tambahan pembangunan tiga hanggar nantinya.

"Pembangunan terus jalan, sekarang lagi proses dan kita juga punya master plan sampai nanti bisa parkir dan perawatan sampai 52 pesawat di hanggar. Kita proses peningkatan lahan dari 30 menjadi 50 hektare," kata Edward.

Peningkatan ini, kata Edward lagi, sejalan dengan kemudahan yang diberikan Badan Pengusahaan (BP) Batam, berupa perpanjangan masa pengelolaan lahan hingga 50 tahun lamanya. Akan memberikan ruang lebih kepada pengusaha untuk melakukan pengembangan dan inovasi.

"Ini satu hal yang luar biasa, penggunaan lahan hingga 50 tahun dan kita bisa bekerja lebih lama dan fleksible," kata Edward lagi.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso menjelaskan, proses perluasan area usaha BAT ini tengah diproses oleh BP Batam. Setelah itu lahan yang memang masih tersedia itu bisa langsung digarap dan digunakan oleh Lion Group.

Untuk diketahui, BAT yang beroperasi pada 2014 didirikan untuk merawat dan memperbaiki pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh Lion Air Group seperti Lion Air, Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air, Thai Lion Air, serta Angkasa Aviation Academy.

Kapabilitas yang dimiliki oleh Batam Aero Technic saat ini adalah perawatan Airbus 320, Boeing 737 series, Airbus 330, dan ATR 72 series. Saat ini telah mempekerjakan sekitat 2.000 personel dengan jumlah investasi yang hingga Rp1 triliun.

BAT memiliki 4 unit hanggar perawatan pesawat dengan daya tampung 12 unit Boeing 737/Airbus 320, 1 unit hanggar untuk pengecatan dan perawatan pesawat, satu gedung suku cadang seluas 4.000 meter persegi, dan 1 unit gedung sarana perawatan komponen pesawat. Fasilitas tersebut dibangun di lahan 30 hektare yang disediakan oleh Badan Pegusahaan Batam.(K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, lion air

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top