Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angkut Batubara, Sumsel Maksimalkan Penggunaan Kereta

Pemerintah Sumatra Selatan menargetkan dapat merealisasikan penambahan angkutan batubara menggunakan kereta api.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  15:26 WIB
Foto aerial kawasan bekas tambang batu bara yang terbengkalai di Desa Suo-suo, Sumay, Tebo, Jambi, Kamis (30/1/2020). Tambang yang dibuka sejak lebih sepuluh tahun lalu oleh beberapa perusahaan swasta itu kini terbengkalai. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan -
Foto aerial kawasan bekas tambang batu bara yang terbengkalai di Desa Suo-suo, Sumay, Tebo, Jambi, Kamis (30/1/2020). Tambang yang dibuka sejak lebih sepuluh tahun lalu oleh beberapa perusahaan swasta itu kini terbengkalai. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan -

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mendorong pemanfaatan angkutan kereta api untuk mengangkut batubara, agar lebih optimal.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan optimalisasi tersebut juga bagian dari upaya pemda untuk mendongrak pendapatan daerah dari hasil produksi batubara.

“Kami sudah cek kesiapan jalur kereta api di Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Hasilnya saya lihat berpotensi untuk penambahan kapasitas angkutan,” katanya, Minggu (9/2/2020).

Deru menjelaskan pada pertengahan tahun 2020, pemprov menargetkan dapat merealisasikan penambahan angkutan batubara dengan kereta api.

"Juni nanti, kita akan groundbreaking penambahan angkutan batubara. Nanti kita akan bicarakan ini dengan menteri perhubungan,” katanya.

Dia menjelaskan, pemerintah pusat memiliki program pembangunan double track untuk angkutan batubara dan hasil bumi lain.

Menurut dia, Sumsel telah menerbitkan peraturan gubernur mengenai angkutan batubara harus memakai jalur khusus, salah satunya kereta api. Moda angkutan itu dinilai lebih efisien. 

“Saya tinjau Stasiun Simpang Kertapati dan ternyata masih dapat kita maksimalkan lagi pemanfaatan batubara. Contohnya, dari tambang batubara dibawa ke stasiun Simpang ini pakai kereta. Dari stasiun Simpang ini, kemudian diangkut lagi ke terminal khusus dan dikirim untuk di ekspor atau dipakai di dalam negeri," paparnya.

Pemprov sendiri akan melibatkan BUMD yang dimiliki Sumsel yakni PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS). 

Dengan adanya pemanfaatan angkutan batubara melalui kereta api, Deru mengemukakan, bukan hanya dapat meningkatkan ekspor sumber daya alam saja, melainkan bisa menciptakan tertib lalu lintas dan membuka peluang tenaga kerja dimana tenaga kerja lokal dapat dilibatkan.

Sementara itu, Direktur Utama PT SMS Sarimuda mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan upaya dan strategi khusus untuk mendongkrak PAD Sumsel.

“Termasuk dalam hal mengelola dan meningkatkan potensi produksi batubara serta ekspor batubara baik ke dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top