Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kawasan Ekonomi Khusus Medis Disiapkan di Sekupang

Persiapan kawasan ekonomi khusus (KEK) Medical di Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) saat ini, tengah dalam pembahasan di tingkat pusat.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  17:30 WIB
Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto dalam diskusi panel terkait optimalisasi sektor jasa kesehatan bertaraf internasional di Gedung Balairungsari, Batam Centre, Batam, Rabu (5/2/2020). - Bisnis/Bobi Bani.
Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto dalam diskusi panel terkait optimalisasi sektor jasa kesehatan bertaraf internasional di Gedung Balairungsari, Batam Centre, Batam, Rabu (5/2/2020). - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM - Persiapan kawasan ekonomi khusus (KEK) Medical di Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) saat ini, tengah dalam pembahasan di tingkat pusat.

Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, dr. Sigit Riyarto mengungkapkan pembahasan rencana KEK Medical ini juga melibatkan pihak RSBP Batam. Dimana sesuai dengan rekomendasi awalnya, lingkup kegiatan dari KEK Medical ini mencakup advanced research center dan lain sebagainya.

"Nanti akan ada penelitan dan pengembangan penanganan penyakit. Seperti untuk stroke, diabetes, cancer, jantung, spinal, dementia, genetika, stem cell, bio medical innovation, mind control prosthetic research dan lainnya," kata Sigit di Gedung BP Batam, Rabu (5/2/2020).

Tidak itu saja, kawasan khusus kesehatan ini juga akan menyediakan industri farmasi, yang meliputi penelitian dan pengembangan insdustri farmasi. Seperti vaccine, blood products, diabetes, jantung, cancer, neurology, HIV, dan lainnya.

Rumah Sakit sebagai inti dari KEK Medical, menjadi pusat kegiatan pelayanan kesehatan disiapkan sebagai ekosistem ideal bagi KEK Medical. Dimana kawasan tersebut juga didukung dengan hadirnya hotel dan akomodasi untuk keluarga pasien, outpatient dan retirement centers.

Menurut dia, usul kriteria KEK Medical ini belum final. Tapi wacana menjadikan Sekupang sebagai KEK kesehatan menguat. "Saat ini sedang dibuat kajian. Siapa yang masuk dan dengan cara apa, disiapkan," kata Sigit lagi.

Untuk konsep KEK Medical di Batam sendiri, disiapkan untuk dapat menarik minat pasien untuk datang. Sehingga, rancangan yang disiapkan dengan fasilitas kesehatan bertaraf internasional.

Saat ini, pihaknya juga sudah didekati investor blockchain untuk mendukung digital kesehatan. Sehingga medical record pasien juga bisa diakses dokter seperti di Amerika dan lainnya.

Lebih jauh, Sigit menjelaskan, selama ini kelemahan rumah sakit di Indonesia, termaksud Batam, terkait dengan pelayanan. Saat pasien datang, mereka dilayani sama dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto menjelaskan, setiap tahunnya, layanan jasa kesehatan di Singapura berada di angka US$900 juta. Dari angka tersebut, sebanyak 50 persen disumbangkan oleh pasien asal Indonesia.

Sementara untuk Malaysia sendiri, didatangi oleh pasien asal Indonesia sebanyak 1 juta pasien pada tahun 2017 lalu. Dengan nilai US$1,281 miliar, meliputi biaya medis, akomodasi, transportasi, dan rekreasi.

"60 persen pasien di Malaysia berasal dari Indonesia. Bahkan tahun 2020 ini Malaysia menargetkan wisata medis sebesar 2 juta pasien. Dimana 1 juta diantaranya ditargetkan berasal dari Indonesia. 95 persen pasien di Penang, Malaysia berasal dari Indonesia," kata Purwiyanto dalam diskusi panel terkait optimalisasi sektor jasa kesehatan bertaraf internasional di Gedung Balairungsari, Batam Centre, Batam pada Rabu (5/2/2020).(K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top