Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Kawasan Industri Tenayan

Adapun beleid yang telah disetujui itu adalah Ranperda Kota Pekanbaru tentang perubahan ketiga atas Perda No.2/2015 tentang penyertaan modal daerah dan penyertaan modal daerah dan penambahan penyertaan modal daerah kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan badan hokum lainnya.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  12:35 WIB
Warga beraktivitas di kawasan proyek pembangunan gedung perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, Riau - ANTARA/Rony Muharrman
Warga beraktivitas di kawasan proyek pembangunan gedung perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, Riau - ANTARA/Rony Muharrman

Bisnis.com, PEKANBARU—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru telah menandatangani beleid yang dapat mendukung penyertaan modal untuk mengembangkan Kawasan Industri Tenayan (KIT).

Adapun beleid yang telah disetujui itu adalah Ranperda Kota Pekanbaru tentang perubahan ketiga atas Perda No.2/2015 tentang penyertaan modal daerah dan penyertaan modal daerah dan penambahan penyertaan modal daerah kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan badan hokum lainnya.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus menilai Ranperda itu merupakan salah satu kebijakan strategis untuk mendukung penyertaan modal untuk PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dalam mengelola KIT.

KIT merupakan salah satu kawasan industri strategis nasional yang rencananya bakal dibangun di atas lahan sekitar 3.000 hektare di Kecamatan Tenayan, Pekanbaru. 

Untuk tahap pertama, luas KIT nantinya diperkirakan mencapai 1.550 hektare dan akan digunakan untuk hilirisasi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

Untuk saat ini, lahan yang menjadi penyertaan modal awal bagi PT SPP di KIT baru mencapai 266 hektare.

“Kontribusinya [KIT] ke negara bakal mencapai belasan triliun rupiah setiap tahun setelah beroperasi nanti,” kata Firdaus, Senin (27/1/2020), seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Pekanbaru.

Adapun, pembangunan KIT telah disiapkan sejak 1993 yang rencananya bakal dibangun di lahan sekitar 3.000 hektare. Baru-baru ini, KIT dijadikan sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional pleh pemerintah pusat.

Pemkot Pekanbaru juga menyampaikan bahwa pihaknya bakal  memastikan proses ganti rugi lahan berjalan lancar. 

Pada 2002, telah dilakukan ganti rugi lahan tahap pertama seluas 106 hektare dengan nilai mencapai Rp2,12 miliar.

Sedangkan ganti rugi tahap kedua dilakukan pada 2003 untuk lahan seluas 200 hektare senilai Rp4 miliar.

Saat ini, lahan seluas 40 hektare telah menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan daya 220 MW. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri pekanbaru pltu tenayan riau
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top