Gubernur Sumut Tegaskan Tak Beri IMB di Atas Lahan Pertanian

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menegaskan tidak akan memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di atas lahan pertanian.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  19:32 WIB
Gubernur Sumut Tegaskan Tak Beri IMB di Atas Lahan Pertanian
Ilustrasi petani merontokkan padi hasil panen di areal persawahan. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, MEDAN – Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menegaskan tidak akan memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di atas lahan pertanian.

Untuk itu, dia meminta pemerntah kabupaten/kota dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dalam upaya membangun desa dan menata kota.

Gubsu Edy mengatakan kebutuhan bahan pangan khususnya beras terus meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di daerah tersebut. Di sisi lain luas lahan pertanian terus berkurang atau menyempit.

Dia menyampaikan hal tersebut ketika menghadiri Gerakan Panen Padi di Nagori (Desa) Maligas Bayu dan Nagori Mancuk, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, pada Selasa (11/12/2019)..

Edy meminta pemkab/pemkot tidak memberikan IMB di atas lahan pertanian. Menurutnya, apabila kondisi jalan sudah mulai bagus, banyak orang yang berlomba mendirikan bangunan di daerah tersebut.

“Saya minta pak bupati agar jangan diberi itu IMB. Nanti bisa habis lahan kita,” kata Edy.

Gubsu juga menyampaikan pertanian atau tanaman pangan sejatinya menjadi andalan Provinsi Sumut yang subur tanahnya. Tidak mengherankan, dia memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang berkecimpung di sektor ini.

“Kita sudah mulai harus ke sana [pertanian] semua. Inilah hidup kita, bertani. Dulu kenapa Belanda datang menjajah, karena suburnya tanah ini. Tetapi, sekarang kita hampir lupa,” ujarnya.

Untuk meningkatkan lahan pertanian dan memajukan Sumut, Gubsu meminta agar terdapat program pembagian bibit padi kepada para petani di daerah tersebut. “Nanti saya minta ditanam serentak. Dihitung dulu berapa yang harus ditanam.”

Selain itu, Edy menyampaikan rencana pemberian bantuan ternak sebanyak 50 ekor sapi dan 100 ekor domba. Diharapkan bantuan tersebut tidak hanya untuk menambah pasokan daging di Sumut, tetapi juga dari aktivitas sektor peternakan, seperti bisa menghasilkan pupuk organik dari kotoran hewan.

“Kalau ini kita hidupkan, kita akan makmur. Tanah kita luas kok kekurangan [pasokan daging sapi]. Makanya saya mau bangun pabrik pupuk [organik] di sini. Tapi pupuknya organik, jangan pakai pestisida, bisa merusak tanah,” jelas Gubsu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertanian, sumatra utara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top