Tour de Singkarak Harga Diri, Tak Boleh Berhenti

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit menegaskan pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) tidak boleh terhenti karena bisa memberikan kontribusi positif untuk promosi daerah di tingkat nasional dan internasional.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 November 2019  |  18:29 WIB
Tour de Singkarak Harga Diri, Tak Boleh Berhenti
Seorang wisatawan menikmati keindahan Danau Singkarak di Sumatra Barat. Danau ini merupakan salah satu destinasi wisata yang terus diangkat ke kancah internasional termasuk melalui gelaran balap sepeda Tour de Singkarak yang tengah berlangsung. - Bisnis/M. Syahran W. Lubis

Bisnis.com, PADANG – Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit menegaskan pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) tidak boleh terhenti karena bisa memberikan kontribusi positif untuk promosi daerah di tingkat nasional dan internasional.

"Tour de Singkarak adalah harga diri Sumbar karena itu tidak boleh terhenti. Kalau ada kendala kita carikan solusi bersama," ujarnya di Padang, Sumbar, pada Kamis (7/11/2019).

Dia mengemukakan hal itu terkait dengan Tour de Singkarak (TdS) 2020 yang terancam tidak bisa digelar karena kekurangan anggaran.

Sejak 2017 pengelolaan Tour de Singkarak diserahkan dari Kementerian Pariwisata kepada Pemprov Sumbar, termasuk untuk anggaran penyelenggaraan.

Sejak itu, dana TdS bertumpu pada urunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi dan kabupaten/kota di Sumbar.

Namun, pada 2020 sebanyak 12 kabupaten dan dua kota di Sumbar akan menggelar Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) yang akan menyedot banyak anggaran sehingga dikhawatirkan anggaran untuk TdS tidak bisa dianggarkan.

"Kita memahami persoalan ini. Namun, selama pelaksanaannya dalam 11 tahun terakhir TdS telah memberikan efek positif terhadap pariwisata daerah, karena itu akan kita pertahankan," kata Nasrul.

Bahkan, lanjutnya, bila memungkinkan kegiatan sport tourism itu harus terus dikembangkan dengan melibatkan banyak provinsi di Sumatra.

Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri menyebut pihaknya tetap mendukung penuh pelaksanaan Tour de Singkarak sebagai kegiatan tahunan, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Tidak sempurna Tour de Singkarak itu tanpa melewati kelok 44 di Agam, karena itu kami dukung," ujarnya.

Namun, tidak semua daerah memiliki pandangan yang sama. Tahun ini saja ada empat daerah yang tidak ikut menjadi tuan rumah Tour de Singkarak dengan berbagai alasan, sebagian besar karena anggaran. Empat daerah itu adalah Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Sijunjung. dan Kota Solok.

Wacana yang beredar untuk tahun berikutnya akan ada lagi yang mengundurkan diri dari keikutsertaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, sumatra barat, tour de singkarak, balap sepeda

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top