Gapki Sumut Pamerkan Perkebunan Kelapa Sawit lewat Lomba Marathon

Even bertaraf internasional yang diagendakan menjadi agenda tahunan ini akan digelar pada 13 Oktober 2019, di Desa Martebing, Kecamatan Bangun Bandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut. Lokasinya merupakan kebun sawit Socfindo dan PTPN 3.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  16:20 WIB

Bisnis.com, MEDAN--Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut menggelar Indonesia Palm Oil Marathon 2019.

Even bertaraf internasional yang diagendakan menjadi agenda tahunan ini akan digelar pada 13 Oktober 2019, di Desa Martebing, Kecamatan Bangun Bandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut. Lokasinya merupakan kebun sawit Socfindo dan PTPN 3.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mempromosikan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya menggunakan sistem berkelanjutan (sustainable).

Pada gelaran tersebut, ditargetkan dapat menarik peserta sebanyak 2.500 orang, hingga saat ini peserta yang mendaftar sudah mencapai 2.127 peserta.

Peserta yang akan mengikuti kategori full marathon, half marathon, 10k dan 5k yang telah mendaftar berasal dari sejumlah kota di Indonesia yakni Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Banda Aceh, Jakarta, Bandung, Palembang, Kalimantan Timur, Balikpapan, Banjarmasin, dan Padang.

"Selain peserta dari Indonesia, ada 26 peserta asing yang mendaftar yang berasal dari Kenya, Jepang, Singapura, Jerman dan Inggris," kata Ketua Organising Committee Indonesia Palm Oil Marathon, Kacuk Sumarto, Kamis (10/10/2019).

Bekerjasama dengan GIMNI, BPDP-KS, dan Gerakan Indonesia Bersih, even yang memperebutkan total hadiah Rp 264 juta ini rencananya akan dibuka Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan; Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi dan Direktur Utama BPDP-KS, Dono Boestami.

Kacuk mengatakan, Indonesia Palm Oil Marathon 2019 merupakan even pertama kali di dunia yang berlokasi di kebun sawit.

Even ini akan bisa menunjukkan kebun-kebun generasi keempat dan peserta bisa menikmati segarnya udara di daerah kelapa sawit. Karena sawit sama halnya dengan tanaman hutan dan memberikan perlindungan untuk tanah di bawahnya.

"Jadi tepat sekali, disamping pendidikan ekologi juga manfaat dari kesegaran bisa dirasakan. Tentunya melalui marathon ini jadi tahu, bahwa sawit tidak seperti yang dikampanyekan selama ini. Kita berharap ini sebuah kampanye positif apalagi ada peserta asingnya," kata Kacuk.

Selain acara marathon, pada gelaran ini juga akan ada juga festival kuliner gorengan sawit yang akan diikuti 40 UKM dari seputaran Serdang Bedagai. UKM ini merupakan binaan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan socfindo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gapki sumut, gapki, marathon

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top