Sumut Perluas Area Tanam Kedelai dan Bawang

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) melakukan area perluasan area tanam. Mengingat terdapat komoditas pangan dan hortikultura di daerah tersebut masih minim bahkan mengalami defisit.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 18 September 2019  |  19:40 WIB
Sumut Perluas Area Tanam Kedelai dan Bawang
Petani memanen bawang merah - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, MEDAN— Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) melakukan area perluasan area tanam. Mengingat terdapat komoditas pangan dan hortikultura di daerah tersebut masih minim bahkan mengalami defisit.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatra Utara Dahler Lubis mengatakan  ada beberapa komoditas di Sumut yang mengalami defisit. Komoditas tersebut yakni bawang merah dan kedelai.

Dia berujar untuk produksi kedelai, Sumut memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencapai 58 ribu ton per tahun. Sedangkan produksi kedelai baru mencapai 32 ribu ton per tahun. Kendati begitu, produksi kedelai meski minim, Sumut masih tercatat sebagai peringkat ke 3 secara nasional yang dilihat dari luas pertanaman kedelai.

“Meski kedelai masih minim, Sumut masih tercatat sebagai peringkat ke 3 secara nasional yang dilihat dari luas tanaman kedelai,” kata Dahler dikutip (17/9/2019).

Selain kedelai, lanjutnya, komoditas bawang merah Sumut juga masih terbilang minim. Selama ini, kebutuhan bawang merah Sumut masih dipasok dari provinsi lain. Pasalnya, kebutuhan bawang merah mencapai 47,9 ribu ton, sedangkan produksi hanya mencapai 16,3 ribu ton per tahun sehinga bawang merah masih mengalami defisit.

Sementara untuk komoditas yang sudah surplus adalah padi dan jagung. Untuk produksi padi beras di 2018 tercatat lebih kurang 5,3 juta ton per tahun, sementara konsumsi di Sumut lebih kurang 1,7 juta ton per tahun. Artinya beras lebih sekitar 3,2 juta ton per tahun.

“Maka melihat angka ini untuk beras surplus. Bahkan di Sumut menduduki peringkat 6 untuk sumbangan terhadap nasional di tahun 2018. Sedangkan untuk komoditas jagung, di Sumut mampu produksi 1,7 juta ton per tahun. Sedangkan kebutuhan masyarakat Sumut 1,6 juta ton pertahun maka ini juga surplus,” terangnya.

Sedangkan untuk  komoditas cabai merah maupun cabai jenis lainnya tercatat di Sumut juga masih surplus dimana saat ini sudah mencapai 151 ribu ton per tahun sedangkan kebutuhan di posisi 144 ribu ton per tahun.

“Memang sempat berfluktuasi dan sempat mahal, saat ini yang sudah di harga Rp 44.000 per kg dan sudah hampir stabil,” terangnya.

Adapun untuk mengatasi tanaman pangan yang masih belum bisa memenuhi kebutuhan Sumut dan menstabilkan komoditas pangan Sumut, Pemprov Sumut melakukan perluasan area tanam serta membuat kawasan pertanian.

Dahler mengatakan saat ini sudah terdapat kawasan pertanian di Lubuk Cuik Kabupaten Batubara seluas 480 hektare. Sedangkan untuk kawasan pertanian bawang putih di Humbahas. Menurutnya daerah Humbahas selanjutkan akan difokuskan untuk menanam bawang merah dan cabai merah.

 “Saat ini sedang ditanam cabai yang masih berumur 2 minggu yang kita harapkan akan panen pada awal Desember ini. Jadi, dengan adanya perluasan areal tanam ini juga sebagai upaya mewujudkan Sumut sebagai provinsi agraris khususnya di bidang pertanian,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kedelai, bawang merah, sumut

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top