Karhutla di Musi Banyuasin Sudah Capai 700 Hektare

Kebakaran lahan di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, sudah mencapai 700 hektare dalam sepekan terakhir.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  15:08 WIB
Karhutla di Musi Banyuasin Sudah Capai 700 Hektare
Petugas Manggala Agni Daops Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Kayu Arehh, Kertapati Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, (18/8/2019). Sebanyak enam helikopter water boombing dan 1.512 orang personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan Sat Pol PP dikerahkan untung melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan. - ANTARA/Ahmad Rizki Prabu

Bisnis.com, PALEMBANG -- Kebakaran lahan di  Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, sudah mencapai 700 hektare dalam sepekan terakhir.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru, Rabu (21/8/2019).

"Saya dapat laporan sudah 700 hektare. Jika satu atau dua hari ini tidak padam, saya akan tambah personel satgas dan libatkan forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah," katanya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut diketahui terjadi di lahan yang belum kelola milik perusahaan konsesi yang bermitra dengan masyarakat.

Lahan tersebut sebagian besar merupakan areal bergambut dengan kondisi sangat kering di saat puncak musim kemarau ini.

Menurut Deru, berbagai upaya telah dilakukan tim di lapangan untuk memadamkan api di daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi itu.

Api yang tak kunjung padam ini juga telah menyebabkan kabut asap di sekitar lokasi

Apalagi, upaya pembuatan sekat bakar yang dilakukan Tim Satgas Darat Karhutla sempat berhasil memadamkan api.

"Hanya saja kita terbatas dengan alat untuk buat sekat bakar tersebut. Selain itu, tidak bisa selalu diterapkan karena faktor angin membuat api meloncati sekat bakar," kata dia.

Meski saat ini penangganan karhutla bertumpu pada 400 personel Satgas Darat, dan empat unit helikopter pembom air (water boombing), Pemprov Sumsel juga mengupayakan dilakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Hanya saja, untuk menerapkan TMC ini terkendala faktor cuaca mengingat Sumatera Selatan sudah 31 hari tanpa hujan.

"Garam itu disemai di awan, bagaimana mau disemai, ya awannya tidak ada," ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan penanggulangan bencana, Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan pemerintah sudah membuat posko kesehatan untuk melayani masyarakat sekitar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Karhutla, musi banyuasin

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top