Bank Indonesia Prediksi Harga Karet Melenting pada 2020

Bank Indonesia memproyeksi harga komoditas karet diperkirakan bakal membaik pada 2020 karena dipacu oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi secara global.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  21:02 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG – Bank Indonesia memproyeksi harga komoditas karet diperkirakan bakal membaik pada 2020 karena dipacu oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi secara global.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Firman Mochtar, mengatakan sejumlah lembaga moneter dunia menyakini bahwa kebijakan moneter maupun fiskal yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir di sejumlah negara akan berimplikasi positif pada 2020.

“Pada 2020 ada harapan ekonomi bakal membaik, dan ini tentu akan berpengaruh pada harga komoditas,” katanya saat acara Diseminasi Kebijakan Moneter Bank Indonesia untuk Regional Sumatra di Palembang, Selasa (5/8/2019).

Firman menjelaskan, harga komoditas itu sangat dipengaruhi jumlah permintaan. Sementara, permintaan terhadap karet diperkirakan meningkat pada tahun mendatang karena adanya perbaikan pertumbuhan ekonomi global.

Optimisme bank sentral itu, kata dia, seiring pernyataan IMF di mana pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 akan bergerak dari 3,2% menjadi 3,5%.

Harga karet bergerak turun sejak 2013 meski pada 2011 saat booming komoditas menembus US$5 per kg.  Pada 2017 diketahui hanya US$1,65 dolar per kg, dan pada 2018 mencapai US$1,4 dolar per kg.

Terlepas dari berbagai persoalan yang mengganjal dari sektor perkebunan karet sejak 2013, Firman mengatakan masih ada celah untuk tetap bangkit untuk menyelamatkan hajat hidup para petani.

Salah satunya, yakni menggenjot sektor manufaktur karena banyak produk turunan karet yang bisa dibuat, mulai dari ban, sarung tangan, aspal karet dan lainnya.

Hanya saja, proses hilirisasi ini bukan pekerjaan mudah karena sejumlah daerah penghasil karet yakni Jambi, Sumatra Selatan, dan Sumatera Utara terkendala pada ketersediaan infrastruktur.

Berdasarkan hasil Diseminasi Kebijakan Moneter Bank Indonesia yang dipaparkan pada kegiatan tersebut, disebutkan industri pengolahan yang layak ada di wilayah Sumatra yakni terkait industri makanan,

industri karet, industri barang dari karet dan plastik, industri kertas dan barang dari kertas dan industri logam dasar.

Berdasarkan data BPS disebutkan bahwa pertumbuhan industri manufaktur di Sumatra pada triwulan I/2019 menempatkan Provinsi Bangka Belitung yang tertinggi sebesar 14,71%, kemudian terdapat dua provinsi yang justru mengalami penurunan tertingg yakni Jambi 24,65% dan Aceh 18,63%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, harga karet

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top