Jokowi Targetkan Kawasan Strategis Nasional Danau Toba Rampung Akhir 2020

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dapat rampung akhir tahun 2020.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  18:45 WIB
Jokowi Targetkan Kawasan Strategis Nasional Danau Toba Rampung Akhir 2020
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) saat mengunjungi Dermaga Jetty Samosir di kawasan Pantai Pasir Putih, Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, SAMOSIR - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dapat rampung akhir tahun 2020.

Sebelumnya, Jokowi telah mengunjungi beberapa titik kawasan Danau Toba, yakni Taput, Tobasa dan Humbahas, Simalungun.

"Saya juga jalan keliling Samosir, sudah selesai. Tinggal 21 km saja, tahun ini rampung,” ujar Jokowi lewat keterangan resmi, Rabu (31/7/2019).

Jokowi menjelaskan, bahwa sebelum itu dirinya telah mengunjungi desa adat , desa ulos di Huta Siallagan, pasar suvenir serta pasar tradisional di Pangururan. Menurutnya, smua tempat destinasi segera dapat diselesaikan hingga tahun depan.

“Termasuk dermaga pelabuhan, akan diselesaikan semuanya. Sehingga setelah ini selesai, langkah berikutnya adalah mempromosikan pariwisata Danau Toba secara besar-besaran.  Setelah produknya ini betul-betul selesai,”katanya.

Khusus untuk Tano Ponggol yang disinggahi Presiden, dinilai sebagai pekerjaan besar. Pasalnya, selain membangun jembatan baru yang lebih bagus, juga memperlebar dan memperdalam jalur air pemisah antara Pulau Samosir dengan Sumatera. Sehingga nantinya kapal dapat mengelilingi Danau Toba.

“Jadi paralel dikerjakan. Ini kan terusan Tano Ponggol ini dilebarkan 80 meter. Semuanya juga akan direhab total,” tegasnya.

Sementara, untuk menyelesaikan masalah lingkungan, lanjut Jokowi, saat ini sedang dilakukan pengujian terhadap kualitas air oleh ahli.

Polemik pencemaran air tersebut sudah terjadi sejak lama, yang disebabkan limbah domestik dan keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA).

Dari hasil pengujian tersebut, selanjutnya akan menghasilkan rekomendasi untuk menghasilkan solusi. Dia mengatakan menutup ijin perusahaan yang dapat mencemari lingkungan Danau Toba apabila tidak bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengakui jika dirinya pernah menggalakan penanaman pohon hutan di kawasan Danau Toba atau disebut Toba Go Green.

Namun saat itu dirinya masih bertugas sebagai Pangdam I/BB. Kini program itu diharapkan dapat berlanjut setelah beberapa tahun setelahnya.

“Ya, Toba Go Green. Ya nanti setelah pulang ini saya akan ketemu Pangdam. Jadi TNI/Polri bersama melakukan penanaman pohon di Danau Toba,” jelas Edy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, danau toba

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top