799 Personel Pemadam Kebakaran APP Sinar Mas Siaga di OKI

APP Sinar Mas, produsen pulp dan kertas, menyiapkan 799 petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, selama musim kemarau tahun ini.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  13:57 WIB
799 Personel Pemadam Kebakaran APP Sinar Mas Siaga di OKI
Petugas APP Sinar Mas di Posko Siaga Karhutla dan Integrated Fire Management di Sungai Baung OKI. - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – APP Sinar Mas, produsen pulp dan kertas, menyiapkan 799 petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, selama musim kemarau tahun ini.

Perusahaan tersebut tak hanya membangun pabrik pulp dan kertas terbesar di Asia itu, tetapi memiliki pemasok bahan baku yang konsesinya berada di Kabupaten OKI.

Fire Operation Management Head Sinar Mas Forestry Region Palembang, Mares Prabadi, mengatakan penyiapan ratusan personel regu pemadam kebakaran (RPK) itu merupakan bagian dari mitigasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami punya dua strategi utama yang diterapkan dalam mengantisipasi karhutla, yakni pencegahan dan mitigasi. Selain RPK, kami juga sudah siapkan 21 tim reaksi cepat dan mereka didukung berbagai peralatan," ujarnya saat paparan kesiapan APP Sinar Mas antisipasi karhulta, di Kecamatan Sungai Baung, Kabupaten OKI, Selasa (30/7/2019).

Mares melanjutkan strategi mitigasi dilakukan saat api terdeteksi pihaknya melalui situation room hingga di lapangan dengan sarana yang sudah disiapkan.

Dia memaparkan ada tiga upaya dalam mitigasi, salah satunya mendeteksi api apabila muncul dimana luasan terbakar kurang dari 0,1 hektare.

Untuk mendeteksi hal itu, perusahaan memiliki banyak fasilitas di OKI yakni 135 pos pantau, 19 drone, 23 menara api, dan 35 menara apo mini.

Lalu tim pemadam kebakaran juga harus sampai dilokasi sebelum satu jam. Untuk itu fasilitas yang dimiliki yakni 4 airboat, 89 unit transportasi air, 40 truk pemadam api, 40 mobil patroli, 114 motor patroli, dan menempatkan pos pantau di area-area rawan.

"Kemudian kontrol yakni strategi dalam pemadaman yakni mengurung api agar api tidak meluas, ditarget dalam waktu 4 jam tim bisa mengontrol api," jelasnya.

Mares melanjutkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan ini merupakan juga upaya mendukung Pemerintah Provinsi Sumsel dalam memastikan Sumsel zero asap.

Dia mengatakan pencegahan dilakukan dengan mengurangi titik nyala api, di antaranya melalui program MPA (masyarakat peduli api) dan DMPA (desa makmur peduli api) yang sangat fokus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan di musim kemarau. Pada 2019, pihaknya sudah memiliki 448 anggota MPA di OKI.

Pihaknya juga membuat proyek khusus mencari formula tepat kurangi cara membakar bagi masyarakat, dan spesifik masuk ke area-area yang bakal muncul titik api.

"Kami juga memberikan insentif kepada desa-desa rawan kebakaran di sekitar area konsensi kita yang berhasil menjaga areanya dari kebakaran lahan. Kerjasama dengan masyarakat dan satgas karhutla ini, kami juga siapkan enam posko gabungan yang tujuannya meningkatkan penjagaan di area rawan karhutla," terang Mares.

Dengan hal inilah juga, lanjut Mares, pihaknya pun optimistis pada tahun ini akan sama pencapaiannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni tidak terjadi kebakaran lahan di area perusahaan APP Sinar Mas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Karhutla, asian pulp & paper, sinar mas

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top