Perbankan di Sumut Imbau Nasabah Tak Gunakan VPN untuk Bertransaksi

Perbankan di Sumatra Utara mengimbau agar nasabah tak menggunakan virtual private network (VPN) untuk bertransaksi melalui aplikasi mobile banking dan internet banking.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  12:07 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Perbankan di Sumatra Utara mengimbau agar nasabah tak menggunakan virtual private network (VPN) untuk bertransaksi melalui aplikasi mobile banking dan internet banking.

Regional CEO Region I Bank Mandiri, Wono Budi Tjahyono mengatakan pihaknya mengikuti standar penggunaan internet yang aman. Adapun, pihaknya mengimbau agar nasabah menggunakan fitur SMS banking dengan mempertimbangkan keamanan.

Penggunaan VPN, katanya, bakal meningkatkan risiko nasabah terpapar peretas atau malware yang bisa menggunakan data nasabah. Nasabah, katanya, jangan memaksakan menggunakan mobile banking atau internet banking sampai Pemerintah memulihkan kualitas akses.

Penggunaan VPN mulai marak dilirik pengguna internet sejak Pemerintah membatasi akses ke media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Instagram dan Twitter. Pembatasan akses pun terasa dari sulitnya pengiriman konten berupa gambar dan gambar bergerak guna menekan peredaran berita palsu. Dikhawatirkan, selain digunakan untuk mengakses media sosial, VPN juga digunakan untuk transaksi digital.

"Untuk mobile banking, kami sarankan pakai SMS (banking). SMS dulu yang lebih secure. Mobile banking bisa dijalankan secara terbatas. SMS
[banking] itu lebih terverifikasi kalau pakai jaringan breakthorugh ke internet, dikhawatirkan ada hacker yang menyusup," ujarnya, Jumat
(24/5/2019).

Sementara itu, Kepala Divisi Operasional Bank Mestika, Johan, mengatakan pihaknya telah memasang peringatan otomatis pada aplikasi
mobile banking bila nasabah menggunakan jaringan yang tak aman. Hal itu dilakukan agar data rahasia yang keluar selama melakukan transaksi atau mengakse aplikasi tak dimanfaatkan peretas.

Adapun, saat ini, terdapat sekira 1.600 nasabah pengguna mobile banking dan sekira 6.000 nasabah pengguna internet banking.

"Kami pasang alert di e-channel kami untuk membatasi akses melalui VPN," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
medan, bank mandiri

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top