Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tender Pemerintah Dominasi Perkara Persaingan Usaha di Sumut

Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah mendominasi perkara persaingan usaha di Sumatra Utara yakni sebesar 71% dari total perkara.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  20:19 WIB
Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). - JIBI/Dwi Prasetya
Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, MEDAN – Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah mendominasi perkara persaingan usaha di Sumatra Utara yakni sebesar 71% dari total perkara.

Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Guntur Syahputra Saragih mengatakan tingginya perkara persaingan usaha yang berasal dari proses pengadaan barang dan jasa Pemerintah bisa mengindikasikan dua hal. Pertama, kesalahan di sisi panitia penyelenggara lelang.

Kedua, pelaku usaha peserta lelang. Adapun, di KPPU Kantor Wilayah I, wilayah cakupannya termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Data KPPU mencatat, perkara persaingan usaha di Sumatra Utara menyentuh lebih dari 25 atau hampir setara dengan jumlah perkara di Jakarta.

"Mayoritas Kanwil I perkara terbanyak di Sumut. Tender yang paling banyak," ujarnya, Kamis (23/5/2019).

Dengan data tersebut, dia menantang Pemerintah Provinsi Sumatra Utara untuk menunjukkan komitmennya. Dia berujar penerapan sistem elektronik ternyata masih memberikan celah rekayasa lelang hingga pemalsuan dokumen lelang. Dia pun meminta agar panitia penyelenggara lelang turut serta melaporkan indikasi pelanggaran di lapangan.

"Pokja (kelompok kerja) yang seharusnya melaporkan ke KPPU. Saya menantang Gubernur Edy," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kppu
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top