Puluhan Yachter Ramaikan Sabang Marine Festival 2019

Menjelang kegiatan Sabang Marine Festival 2019, sebanyak 23 yachter dari berbagai negara seperti Prancis, Amerika, Australia, Thailand, dan Singapura, telah mendaftar. BPKS menargetkan sebanyak 30 yachter ikut meramaikan kegiatan ini. 
Abdul Hadi Firsawan | 14 April 2019 04:15 WIB
Peserta kapal layar dari beberapa negara berlabuh di Pelabuhan Sabang, Aceh, Jumat (1/12). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan menjelang hari puncak kegiatan Sail Sabang 2 Desember 2017 itu sudah seratusan kapal layar dari beberapa negara berdatangan dan termasuk KRI Dewa Ruci dan KRI Bima Suci. - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, BANDA ACEH - Menjelang kegiatan Sabang Marine Festival 2019, sebanyak 23 yachter dari berbagai negara seperti Prancis, Amerika, Australia, Thailand, dan Singapura, telah mendaftar. BPKS menargetkan sebanyak 30 yachter ikut meramaikan kegiatan ini. 

"Tapi mudah-mudahan [yachter yang datang] bisa lebih 30," ujar Deputi Komersial dan Investasi Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Agus Salim kepada Bisnis, Sabtu (13/4/2019).

Agus mengatakan, rata-rata yachter sudah tiba di Aceh, namun selagi menunggu kegiatan SMF 2019 yang akan berlangsung pada 26-30 April, mereka mendatangi pulau-pulau lain seperti Simeulue dan Pulau Aceh. Para yachter tersebut memperoleh visa travel selama 30 hari. 

Selain menjadi agenda promosi bahari Sabang, SMF sendiri merupakan kegiatan tahunan untuk menjaga konektivitas maritim Sabang-Phuket-Langkawi. SMF memanfaatkan jaringan yacht club, khususnya di Phuket dan Langkawi untuk berpartisipasi dalam kegiatan bahari ini.

Pada SMF tahun lalu, BPKS telah meluncurkan Sabang Yacht Club, namun belum aktif karena sedang dipersiapkan infrastrukturnya seperti sekretariat, tempat pertemuan, tempat pengisian bahan bakar, dan lainnya. 

Komunitas yacht menjadi unsur penting jika ingin pergelaran bahari di Sabang menjadi lebih ramai peserta. "Insyaallah komunitas yacht club di Phuket dan Langkawi sudah mengenal Sabang sebagai beauty island dan natural tourism island. Kita dikenal dengan laut dalamnya dan kehidupan bawah laut yang indah," ujar Agus Salim.

Kedepan, selain SMF, BPKS berencana menggelar rally yacht dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pariwisata RI. Sementara itu, tahun ini BPKS ingin mendatangkan 150 yachter ke Sabang, sedangkan tahun lalu yang datang ke Sabang banyak 98 kapal yacht. Data dari BPKS, pada Januari-April 2019 hampir 45 kapal yacht masuk ke Sabang.

Selain kapal yacht, kapal pesiar yang masuk ke Sabang juga diharapkan meningkat. Agus Salim menyebutkan kapal pesiar yang telah mendaftar masuk ke Sabang sebanyak 10 kapal. Pada Jumat (12/4/2019) kemarin, sebuah kapal pesiar bernama MS Albetros yang membawa 900 wisatawan mancanegara singgah di Sabang. Mereka tiba pukul 11.00 WIB dan meninggalkan Sabang pukul 18.00 WIB.

Agus Salim yakin, jumlah kapal pesiar yang datang ke Sabang akan meningkat setiap tahunnya karena Sabang memiliki potensi wisata yang alami. "Dari beberapa passenger yang kita tanya, mereka suka Sabang karena menurut mereka Sabang itu natural. Jadi benar-benar alami dan tidak dibuat-buat," ujar Agus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sabang, Sail Sabang 2017

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top