Sumut Berharap Penyerapan CPO Naik Dampak Kebijakan B20

Penerapan kebijakan bahan bakar nabati melalui B20 menerbitkan harapan penyerapan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) Sumatra Utara meningkat.
Duwi Setiya Ariyanti | 10 April 2019 19:59 WIB

Bisnis.com, MEDAN – Penerapan kebijakan bahan bakar nabati melalui B20 menjadi salah satu harapan bagi Sumatra Utara sebagai daerah penghasil agar penyerapan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) meningkat. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Utara, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan tekanan terhadap produk CPO dari Sumut masih besar. Kondisi pasar global saat ini membuat perekonomian di Sumut rentan karena masih mengandalkan produk mentah di sektor perkebunan.

Oleh karena itu, dia menyebut gejolak yang terjadi di pasar ekspor Sumut seperti Amerika Serikat, China dan India bakal berdampak. 
 
"Kalau kondisi ekonomi ketiga negara ini sedang bergolak, mereka tidak memerlukan impor komoditas itu. Pasti ada dampaknya ke daerah kita," ujarnya belum lama ini. 

Dia pun menyebut penerapan B20 menjadi salah satu cara untuk menyerap pasokan CPO domestik. 

"Bagaimana agar ekspor tadi bisa memenuhi kebutuhan domestik, yakni dengan mencoba mengalihkan excess [pasokan] ke pasar domestik melalui peningkatan biodiesel," katanya. 

Di  sisi lain, untuk solusi jangka panjang, dia menilai Sumatra Utara perlu mendapat sumber ekonomi baru yakni berupa komoditas baru seperti kopi atau menumbuhkan sektor baru seperti pariwisata.   

"Itu yang menyebabkan harus mencari sumber ekonomi baru," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cpo

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup