Polisi Sterilisasi Lokasi Ledakan di Rumah Teroris Sibolga

Tim Mabes Polri melakukan sterilisasi terhadap lokasi ledakan di rumah terduga teroris di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  13:36 WIB
Polisi Sterilisasi Lokasi Ledakan di Rumah Teroris Sibolga
Warga menyaksikan lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3). Ledakan diduga terkait pengangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri. - Antara/Jason Gultom

Bisnis.com, MEDAN – Tim Mabes Polri melakukan sterilisasi terhadap lokasi ledakan di rumah terduga teroris di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dr Dedi Prasetyo di Medan, Rabu (13/3/2019), mengatakan, pasca ledakan susulan yang terjadi pukul 1.20 WIB di rumah terduga teroris Husein alias Abu Hamzah, pihaknya melakukan sterilisasi terhadap lokasi kejadian.

Tindakan itu dilakukan agar lebih kondusif mengingat diduga di rumah korban masih ada sisa-sisa bom rakitan yang dapat membahayakan petugas saat akan melakukan penyisiran.

Sambil menunggu tim Labfor dan inafis melakukan tugasnya di lokasi, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat menjauh dari lokasi demi menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita masih menunggu laporan dari lapangan. Tim sangat hati-hati karena diduga masih ada benda-benda berbahaya yang diduga bom di dalam rumah korban yang bisa membayakan keselamatan petugas," katanya.

Sebelumnya kembali terjadi ledakan di rumah terduga teroris yang diduga sengaja dilakukan oleh istri terduga teroris sebagai bom bunuh diri.

Akibat ledakan tersebut diduga istri dan anak terduga teroris meninggal, namun ia belum bisa memasikan kondisi jenazah korban karena tim masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Belum dipastikan berapa sebenarnya jumlah korban karena tim juga masih belum bisa masuk ke lokasi demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada petugas," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sibolga

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top