Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Riau Pimpin Rapat Penanganan Karlahut

Gubernur Riau Syamsuar pagi ini memimpin rapat penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di wilayah tersebut.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  09:33 WIB
Personel Kepolisian Resor Dumai memadamkan kebakaran lahan gambut di Kota Dumai, Riau, Selasa (26/2/2019). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan kebakaran hutan dan lahan terjadi sejak Januari hingga Februari 2019 luasnya sudah mencapai 1.136 hektare, dan paling luas di daerah pesisir seperti di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai. - Antara/FB Anggoro
Personel Kepolisian Resor Dumai memadamkan kebakaran lahan gambut di Kota Dumai, Riau, Selasa (26/2/2019). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan kebakaran hutan dan lahan terjadi sejak Januari hingga Februari 2019 luasnya sudah mencapai 1.136 hektare, dan paling luas di daerah pesisir seperti di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai. - Antara/FB Anggoro
Bisnis.com, PEKANBARU — Gubernur Riau Syamsuar pagi ini memimpin rapat penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di wilayah tersebut.
 
Syamsuar mengatakan rapat kali ini adalah yang pertama kali bagi dirinya sebagai gubernur di Provinsi Riau.
 
"Sengaja rapat ini digelar, karena ada perubahan komposisi [pergantian gubernur], jadi bukan berarti selama ini tim satgas tidak bekerja, tetapi karena kami orang baru, dan Pak Edy juga dulu pernah Danrem dan memimpin posko siaga," katanya di Posko Penanganan Darurat Bencana Karlahut di Riau di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Rabu (27/2/2019).
 
Edy yang dimaksud Syamsuar yaitu wakilnya yang dulu pernah menjabat Danrem 031 Wirabima, dan memimpin tim satgas karlahut Provinsi Riau.
 
Selanjutnya Syamsuar menjelaskan saat masih menjabat Bupati Siak, dirinya sudah mendapatkan masukan dari Badan Restorasi Gambut (BRG) tentang perkembangan cuaca daerahnya pada saat ini.
 
Dari pembahasannya dengan BRG, memang sudah diminta agar pemprov segera menetapkan status siaga darurat karlahut di tingkat provinsi.
 
"Sebelum penetapan status kemarin, sebelumnya sudah ada masukan dari BRG supaya status siaga darurat ditetapkan provinsi, agar langkah antisipasi karlahut bisa semakin baik," katanya.
 
Adapun saat ini Riau sudah menetapkan status siaga darurat karlahut sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019 mendatang, oleh mantan gubernur Wan Thamrin Hasyim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Kabut Asap kebakaran hutan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top