Fasilitas Produksi Blok Sakakemang Ditarget Selesai 8 Tahun

Fasilitas produksi Sumur Kaliberau Dalam atau KBD 2x yang berada di Blok Sakakemang, Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan ditargetkan rampung paling lambat 8 tahun ke depan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  18:18 WIB
Fasilitas Produksi Blok Sakakemang Ditarget Selesai 8 Tahun
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, PALEMBANG – Fasilitas produksi Sumur Kaliberau Dalam atau KBD 2x yang berada di Blok Sakakemang, Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan ditargetkan rampung paling lambat 8 tahun ke depan.
 
Manajer Senior Humas Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Perwakilan Sumbagsel, Andi Arie Pangeran, mengatakan banyak persiapan yang harus ditempuh agar sumur gas tersebut dapat masuk tahap eksploitasi atau produksi.
 
“Penyelesaian fasilitas tersebut butuh waktu sekitar 3 sampai 8 tahun agar bisa produksi,” katanya saat jumpa pers di Muba, Sabtu (23/2/2019).
 
Andi menjelaskan penemuan cadangan gas hingga 2 triliun kaki kubik (Tcf) itu merupakan lima penemuan terbesar di dunia pada tahun 2018—2019.
 
Menurut Andi, saat ini Repsol selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk Blok Sakakemang tersebut masih melakukan proses eksplorasi.

Nantinya, kata dia, tidak menutup kemungkinan pengeboran dilakukan di sumur lain, salah satunya Sumur KBD 3X.
 
"Tahap pertama eksplorasi ini adalah pengeboran. Nah, pengeboran itu tidak hanya di satu sumur, nantinya akan ada beberapa sumur untuk diukur," katanya.
 
Dia menjelaskan saat ini proses eksplorasi baru tahap mengukur volume cadangan gas di blok tersebut, masih ada beberapa tahapan tes lagi yang harus dilakukan.
 
"Untuk detail lainnya masih perlu tes lagi. Makanya sekarang kalau kita lihat di area tersebut kobaran api menyala terus, karena sedang diukur flow rate-nya. Mungkin nanti baru masuk ke tahapan pengukuran kandungan dan lainnya," katanya.
 
Oleh karena itu, Andi melanjutkan, pihaknya belum dapat memastikan berapa besaran investasi untuk membangun lapangan gas ini hingga siap produksi.
 
Terkait pengguna atau buyer gas yang dihasilkan dari Blok Sakakemang itu, dia mengemukakan bisa siapa saja yang potensial, seperti produsen pupuk, PLN maupun masyarakat.
 
“Memang untuk gas ini kita harus tahu dulu pembelinya siapa supaya dapat menentukan besaran produksi, bisa industri lokal maupun luar negeri,” ujarnya.
 
Diketahui, cadangan gas di Blok Sakakemang itu merupakan yang terbesar setelah penemuan di Blok Cepu pada 2001 lalu. Luasan blok tersebut sekitar 4,7 hektare dan merupakan lahan eks perkebunan yang dibebaskan pemerintah melalui SKK Migas dan dikelola oleh Repsol.
 
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex mengatakan, temuan cadangan gas yang menjadi salah satu yang terbesar di dunia tersebut diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Muba lebih maju.
 
Oleh karena itu, Dodi meminta agar pemanfaatan utamanya dipergunakan utuk Muba. Seperti untuk kebutuhan pembangkit listrik, penggunaan jaringan gas di Banyung Lencir dan Sungai Lilin, dan untuk tenaga kerja semaksimal mungkin akan menyerap tenaga kerja lokal.
 
"Mudah-mudahan kalau sudah berjalan dengan baik juga dapat membantu membangun infrastruktur di Muba," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blok migas, musi banyuasin

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top