Riau Minta BNPB Bantu Cegah Meluasnya Kebakaran Lahan

Demi mencegah meluasnya kebakaran lahan Pemprov Riau meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Pemerintah Provinsi Riau telah menetapan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  12:39 WIB
Riau Minta BNPB Bantu Cegah Meluasnya Kebakaran Lahan
Helikopter MI-17 milik BNPB saat melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut dari udara (water bombing) di Desa Lebak Deling, Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Kamis (3/8/2017). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, PEKANBARU -  Demi mencegah meluasnya kebakaran lahan Pemprov Riau meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Pemerintah Provinsi Riau telah menetapan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya.

Pemprov Riau meminta BNPB membantu mengirimkan peralatan, pompa, helikoter untuk `water bombing dan pendampingan. Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, di Pekanbaru, Rabu (20/2/2019).

Edwar mengatakan saat ini sudah ada bantuan helikopter dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan helikopter Super Puma dari perusahaan APP Sinar Mas. Namun, karena lokasi kebakaran jauh dari jalan dan berada di daerah pesisir, maka bantuan helikopter akan sangat diperlukan.

Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berlaku di Provinsi Riau mulai 19 Februari selama delapan bulan ke depan hingga 31 Oktober 2019.

Keputusan itu didasari sejumlah pertimbangan, salah satunya untuk menjaga agar pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, khususnya Pemilu Presiden (Pilpres), tidak terganggu oleh asap Karhutla.

"Ini memang perlu kita perbuat agar lebih optimal, cepat mencegah daripada kesulitan memadamkan kebakaran," kata Wan Thamrin.

Penetapan status siaga darurat Karhutla dinilainya akan meringankan upaya pencegahan dari pemerintah daerah, karena akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui BNPB.

"Secara simultan kita bersatu, (pemerintah) pusat juga campur tangan. Kalau sendiri kita kewalahan," kata Wan Thamrin.

Dari awal Januari hingga 18 Februari lalu, tercatat 843 hektare lahan terbakar di Provinsi Riau. Lokasi kebakaran tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 117 hektare, Kabupaten Dumai 43,5 hektare, Kabupaten Bengkalis 627 hektare, Kabupaten Meranti 20,2 hektare, Kabupaten Siak 5 hektare, Kabupaten Kampar 14 hektare, dan Kota Pekanbaru 16 hektare.

Citra Satelit Terra-Aqua juga menunjukan jumlah titik panas di kawasan gambut Provinsi Riau pada periode 11 hingga 17 Februari meningkat menjadi 231 titik, dari sebelumnya 48 titik di periode 4 hingga 10 Februari. Titik panas terkonsentrasi di daerah pesisir Riau seperti di Kabupaten Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti dan Pelalawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
riau, Karhutla

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top