Targetkan Ekspor, Investor Jepang Tambah Modal Peternakan Ayam

Investor asal Jepang, Kishi Group, berencana menambah investasi baru untuk peternakan ayam di Sumatra Barat dengan orientasi ekspor guna memenuhi kebutuhan daging ayam di negeri Sakura.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 15 Februari 2019  |  02:35 WIB

Bisnis.com, PADANG—Investor asal Jepang, Kishi Group, berencana menambah investasi baru untuk peternakan ayam di Sumatra Barat dengan orientasi ekspor guna memenuhi kebutuhan daging ayam di negeri Sakura.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi menyebutkan pengusaha asal Jepang yang tergabung di Kishi Group berencana menambah modal untuk investasi peternakan dan pengolahan ayam.

“Mereka sudah invest tahun lalu, tetapi baru tahap ujicoba. Tahun ini mereka tambah investasi yang lebih besar,” katanya, Kamis (14/2/2019).

Dia mengatakan sebelumnya, perusahaan asal Jepang itu menggandeng pengusaha lokal mendirikan peternakan ayam sebanyak 50.000 ekor di Kabupaten Padang Pariaman. Dari investasi tahap awal, imbuhnya, investor berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 500.000 ekor.

Dedi mengungkapkan, peternakan ayam tersebut, sekaligus pengolahan mengikuti standar di negeri Sakura, karena diprioritaskan untuk kebutuhan ekspor.

“Jadi mereka bikin peternakan di sini, dilengkapi dengan teknologi standar mereka dan kemudian diekspor lagi ke Jepang,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya peternakan ayam, investor tersebut juga berencana menanamkan uangnya untuk membangun pabrik pengolahan ikan tuna berorientasi ekspor, karena Sumbar termasuk salah satu daerah penghasil tuna terbesar di Tanah Air.

Selain itu, juga berminat untuk investasi pengelolaan limbah medis, karena belum ada perusahaan yang menggarap sektor tersebut di Sumbar.

Kemudian, menanamkan modal untuk pengelolaan sampah yang diubah menjadi sumber energi.

Dedi memperkirakan total investasi dari empat sektor itu bisa menyentuh Rp500 miliar. “Perkiraan kami bisa sampai Rp500 miliar, kalau untuk investasi di empat bidang itu,” katanya.

Kishi Kasoburo, Pimpinan Kishi Group menyebutkan perusahaan mereka fokus di bidang penelitian dan pengembangan sintetis, serta berinvestasi di berbagai bidang usaha.

“Kami merupakan kelompok peneliti dan pengusaha yang fokus pada sintetis berbagai produk alami yang kompleks. Kami tertarik bekerjasama dengan Sumbar,” katanya.

Adapun, Pemprov Sumbar menargetkan investasi yang masuk ke daerah itu tahun ini mencapai Rp4,3 triliun atau sedikit di atas target tahun lalu yang hanya sebesar Rp4,1 triliun.

Untuk mengejar target tersebut, pemda setempat memfokuskan investasi pada bidang energi terbarukan, pengembangan pariwisata, industri pengolahan, dan perikanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternak ayam

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top