Tarif Bagasi Berbayar Lion Disesuaikan Lagi per 7 Februari

Penyesuaian ini dilakukan sejak Lion resmi menerapkan kebijakan bagasi nol kilogram sejak pertengahan Januari.
Sarma Haratua Siregar | 01 Februari 2019 18:58 WIB
Petugas bandara memandu pesawat udara setelah mendarati di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Kamis (24/1/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, BATAM – Lion Air akan kembali melakukan penyesuaian tarif bagasi berbayar pada 7 Februari mendatang. Penyesuaian ini dilakukan sejak Lion resmi menerapkan kebijakan bagasi nol kilogram sejak pertengahan Januari.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, sejak kebijakan layanan bagasi pada Januari ketepatan waktu operasional (On Time Performace/ OTP) meningkat, dari rata-rata 65% menjadi rata-rata 88%.

“Oleh karena itu sebagai langkah mempertahankan tingkat OTP, kami tetap memberlakukan kebijakan bagasi nol kilogram untuk rute domestik,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Jumat (1/2/2019).

Layanan bagasi tercatat nol kilogram merupakan kebijakan baru Lion Air dan Wings Air guna menjawab peluang dan tantangan bisnis seiring pertumbuhan tren perjalanan udara yang simpel, sesuai era kekinian atau millennials traveling.

Hadirnya opsi layanan terbaru ini, setiap pelanggan dapat melakukan traveling lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi menurut tingkat keperluan perjalanan.

Lion Air dan Wings Air menawarkan layanan kepada setiap pelanggan untuk mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal dengan penjualan tiket berkonsep sesuai kebutuhan pelanggan. Jika pelanggan akan membawa bagasi saat bepergian maka dapat membeli bagasi.

“Sebaliknya, bila bepergian tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi,” jelasnya.

Bagi pelanggan yang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (agent travel), website Lion Air (www.lionair.co.id) dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.

Pelanggan dapat membeli dengan harga lebih hemat pada saat dan setelah pembelian tiket (issued ticket), dengan batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan.

Terkait dengan ketentuan barang bawaan ke kabin (hand carry), aturan yang berlaku yaitu setiap pelanggan (kecuali bayi), diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan membaca/ kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage). Ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin ialah 40 cm x 30 cm x 20 cm.

Dalam mempersiapkan penerbangan, Lion Air dan Wings Air mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk check-in lebih awal yaitu paling tidak 120 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan di terminal keberangkatan bandar udara. Hal tersebut guna meminimalisir dampak dari antrean panjang di meja pelaporan (check-in counter).

Sementara itu, Direktur Badan usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan, kenaikan harga tiket dan pemberlakukan bagasi berbayar tidak memengaruhi jumlah penumpang penerbangan domestik di Batam.

Turunnya jumlah penumpang pesawat domestik 10 hingga 15 persen di beberapa minggu terakhir lebih disebabkan low season. Kondisi tersebut selalu terjadi setiap tahunnya. Mengingat tidak ada event libur yang mendorong perjalanan wisatawan domestik.

“Akhir bulan Januari itu memang low season. Tiap tahun juga begitu, bukan karena kenaikan harga tiket dan bagasi berbayar,” jelasnya.

Biasanya jumlah penumpang pesawat akan kembali naik menjelang Imlek. Kondisi ini sudah mulai terlihat pada Jumat (1/2) ini. Sejumlah maskapai kembali meningkatkan jumlah armada, dan diprediksi terus bertambah mulai Senin pekan mendatang.

“Garuda Indonesia misalnya, kemarin sempat mengurangi jumlah pesawat dari 6 jadi 3. Hari ini, mereka kembali menaikan lagi jadi lima pesawat. Kita prediksi ini akan terus naik di high season Imlek nanti,” ujarnya.

Tag : lion air, bagasi
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top