Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumut Pacu Produksi Kopi, Dicari Investor Besar

Produksi kopi Sumatra Utara dipacu agar bisa menyusul karet dan minyak kelapa sawit  atau CPO (crude palm oil) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra Utara.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  21:18 WIB
Petani memeriksa tanaman kopi. - Antara/Raisan Al Farisi
Petani memeriksa tanaman kopi. - Antara/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, MEDAN - Produksi kopi Sumatra Utara dipacu agar bisa menyusul karet dan minyak kelapa sawit  atau CPO (crude palm oil) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra Utara.

Irman, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatra Utara, mengatakan postur ekonomi Sumatra Utara ditopang produk pertanian. Kendati demikian, dia menyebut pihaknya harus mengembangkan sektor pertanian untuk komoditas lain seperti kopi. Menurutnya, produksi karet dan CPO tinggi karena perusahaan besar menanamkan modal di kedua produk ini.

"Jangan cuma karet dan sawit yang dikembangkan tetapi juga komoditas lain seperti kopi," ujarnya usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2018-2023, Selasa (22/1/2019).

Adapun, di tahun ini diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara sebesar 5,3%. Padahal, pada kuartal III/2018, pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sebesar 5,16%.

Dari sisi produksi, tiga lapangan usaha yang memberi peran dominan terhadap PDRB Sumut kuartal III/2018 adalah pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,07%; industri pengolahan sebesar 20%; serta perdagangan besar dan eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,53%.

Sementara itu, dari sisi ekspor, komoditas pertanian berkontribusi kurang dari 10% yakni sebesar 7,87% namun mengalami pertumbuhan sebesar tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan sisanya masih didominasi dari industri yakni 92,13%.

Perinciannya, dari sisi golongan barang, jenis lemak & minyak hewan/nabati pada Januari hingga November 2018 sebesar US$3,1 miliar; karet dan barang dari karet sebesar US$1,1 miliar; berbagai produk kima US$898 juta; kopi, teh dan rempah-rempah US$423 juta dan bahan kimia organik sebesar US$383 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top