Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bangka Belitung Waspada Demam Berdarah

Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memprioritaskan program mengedukasi masyarakat agar mewaspadai dan mencegah demam berdarah dengue (DBD).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Januari 2019  |  14:08 WIB
Bangka Belitung Waspada Demam Berdarah
Ilustrasi fogging untuk memberan tas nyamuk. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PANGKALPINANG – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memprioritaskan program mengedukasi masyarakat agar mewaspadai dan mencegah demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan di daerah itu.

"Kegiatan ini sangat penting, mengingat kesadaran masyarakat mewaspadai dan melapor kasus DBD yang masih rendah," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, Mulyono, di Pangkalpinang pada Rabu (16/1/2019).

Dia menjelaskan edukasi masyarakat ini sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan dalam pemberantasan sarang nyamuk dan berpola hidup bersih sehat menekan berbagai penyakit berbasis lingkungan, khususnya DBD selama musim hujan dan pancaroba di daerah ini.

"Yang pertama kali dilakukan untuk menekan kasus DBD ini yaitu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk," ujarnya.

Menurut dia, kasus DBD yang paling banyak terjadi di daerah perkotaan, karena genangan air yang banyak selama musim hujan dan masih rendahnya kesadaran masyarakat memberantas tempat-tempat bersarang nyamuk.

"Biasanya nyamuk yang bersarang dan bertelur di genangan air wilayah perkotaan ini adalah aedes aegipty. Oleh karena itu, DBD banyak terjadi di perkotaan," kata Mulyono.

Dia menjelaskan jumlah masyarakat terjangkit DBD selama 2018 mencapai 768 orang atau bertambah 535 dibandingkan dengan 2017 yang hanya 233 kasus.

"Kasus DBD yang paling banyak ditemukan yaitu Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat, dan Bangka Tengah, sedangkan Kabupaten Bangka, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur kurang," tuturnya.

Dia berharap dengan adanya kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk dan melapor ke petugas kesehatan apabila ada anggota keluarganya terjangkit DBD.

"Selama ini petugas kesehatan sulit memantau dan melakukan pencegahan, karena masih kurangnya kesadaran masyarakat melaporkan kasus DBD dan ini salah satu kendala dalam menekan kasus penyakit ini," ucap Mulyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

babel demam berdarah

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top