Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

30.000 Petani Sulsel Miliki Kartu Tani

Sebanyak 30.000 petani di Sulsel kini telah memiliki kartu tani. Berbagai manfaat dinilai bisa didapatkan oleh para petani dengan menggunakan kartu petani yang dikeluarkan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Petani merawat tanaman kopi di lereng Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah./Antara-Anis Efizudin
Petani merawat tanaman kopi di lereng Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah./Antara-Anis Efizudin

Bisnis.com, MAKASSAR -- Sebanyak 30.000 petani di Sulsel kini telah memiliki kartu tani. Berbagai manfaat dinilai bisa didapatkan oleh para petani dengan menggunakan kartu petani yang dikeluarkan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyataka kehadiran kartu tani diklaim mampu menjawab kebutuhan para petani di Sulsel. Ia mengaku optimistis kartu sakti itu mampu memperbaiki sistem penyaluran pupuk bersubsidi.

"Tak bisa kita pungkiri, petani kita paling sering dipertemukan dengan masalah ketersediaan benih dan pupuk. Kartu tani ini kita harapkan bisa menjadi solusi," ungkap Nurdin usai penandatanganan kerja sama kartu tani dengan BRI Kanwil Makassar,  Jumat (21/12/2018).

Secara total jumlah petani di Sulsel mencapai 5 juta orang atau sekitar 40% dari total jumlah penduduk di Sulsel. Meski petani yang baru mendapatkan baru kartu tani baru mencapai 0,6%.

Nurdin berkomitmen akan terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya penggunaan kartu tani tersebut. Apalagi, anggaran yang disiapkan untuk program ini bukanlah anggaran yang sedikit.

"BRI menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk program ini. Jadi, benar-benar harus tersosialisasikan dengan baik," tutur Nurdin.

Untuk tahap awal Pemprov Sulsel bersama BRI menyasar 1 juta petani untuk penyaluran Kartu Tani. Sebelumnya, pada November lalu telah dilakukan penyerahan 500 Kartu Tani kepada petani di Kabupaten Maros.

Pimpinan Wilayah BRI Makassar, Agus Suprihanto mengaku Kartu Tani itu akan didistribusikan secara merata di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Sementara itu pihaknya juga masih dalam proses melakukan pemetaan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Tani.

"Kita masih berproses karena harus memastikan dulu RDKK, memvalidasi orang-orang yang berhak mendapat kartu ini. Termasuk soal lahan dan seberapa banyak kebutuhan pupuk bersubsidi di Sulsel," jelas Agus.

Selain bisa memperoleh benih dan pupuk bersubsidi dengan mudah, Kartu Tani juga bisa dimanfaatkan untuk bertransaksi keuangan non tunai. Karenanya, Kartu Tani itu juga berfungsi sebagai kontrol bahwa penerima memang berhak mendapatkan bantuan untuk lahan pertaniannya


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper