Petani Sawit Sumsel Sabet Penghargaan Muri Panen TBS 95 Kg

Petani sawit plasma asal Sumatra Selatan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau Muri berkat panen tandan buah segar atau TBS seberat 95 kilogram.
Dinda Wulandari | 05 Desember 2018 17:00 WIB
Petani Sawit

Bisnis.com, PALEMBANG –Petani sawit plasma asal Sumatra Selatan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau Muri berkat panen tandan buah segar atau TBS seberat 95 kilogram.

Suparji mengatakan ini adalah kali kedua dirinya menerima penghargaan atas hasil panen yang luar biasa dari kebun yang sudah cukup berumur.

“TBS yang kami panen jauh lebih berat dibanding berat rata-rata TBS, yakni 25 kg—35 kg. ini tidak terlepas dar pengembangan kapasitas yang rutin diberikan Cargill [perusahaan inti] kepada petani,” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Rabu (5/12/2018).

Ketua Koperasi Barokah Jaya di Tegal Mulyo, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel itu rutin mendapatkan pelatihan pertanian berkelanjutan dari Perusahaan inti mereka tersebut.

“Melalui pelatihan praktik pertanian yang berkelanjutan itu kami pun jadi belajar peduli terhadap tanah sekaligus menjaga produktivitasnya secara jangka panjang, memastikan kelestariannya demi generasi setelah kami,” katanya.

Ketika sebuah perkebunan mendekati akhir siklus hidupnya, hasil panen pun biasanya akan menurun. Namun dengan praktik pertanian yang berkelanjutan, produktivitas dan kualitas TBS pun tetap terjaga dengan penanganan yang ramah lingkungan.

Sementara itu Ong Kee Chau, Presiden Director PT Hindoli yang merupakan anak usaha Cargill, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk melakukan penanaman sawit yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di mana Cargill berada.

“Petani plasma menyumbang sekitar 40% dari pasokan minyak kelapa sawit kami. Para petani plasma ini menggunakan hak mereka dan menjadi bagian penting dalam menyediakan sumber pangan yang berkelanjutan,” paparnya.

Koperasi Barokah Jaya merupakan satu dari 20 koperasi bagian dari 21.000 hektare lahan perkebunan sawit PT Hindoli milik Cargill di Sumatra Selatan.

Dengan pendampingan dari Cargill, koperasi ini menjadi salah satu kelompok petani plasma di dunia yang memperoleh sertifikasi sesuai prinsip dan kriteria RSPO (Round Table for Sustainable Palm Oil) di akhir 2010.

Sebagai bagian dari program keberlanjutan bagi para petani plasma, Cargill mempersiapkan mereka untuk mendapatkan sertifikasi RSPO dengan berbagai dukungan pelatihan.

Cargill juga mengembangkan program formal agar para petani plasma dapat menerima premium minyak sawit dari penjualan produk bersertifikasi RSPO.

Petani Plasma Hindoli telah memperoleh premium RSPO pertamanya pada tahun 2011. Hingga Juni 2018 mereka telah menerima premium RSPO dengan total lebih dari US$3,6 juta.

Hingga saat ini, Cargill telah melakukan pendampingan kepada sekitar 13.500 dari 21.600 petani plasmanya di Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat untuk memperoleh sertifikat RSPO.

Tag : sumsel, petani sawit
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top