Penyaluran KUR di Sumbar Ditargetkan Rp5,4 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan menargetkan total penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Sumatra Barat tahun ini sesuai dengan perkiraan sebesar Rp5,4 triliun.
Heri Faisal | 10 November 2018 22:00 WIB
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR). - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, PADANG – Otoritas Jasa Keuangan menargetkan total penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Sumatra Barat tahun ini sesuai dengan perkiraan sebesar Rp5,4 triliun.

Kepala Perwakilan OJK Sumbar Darwisman mengingatkan perbankan penyalur KUR di daerah itu untuk mempercepat realisasi penyaluran, sehingga target yang dipatok pemerintah sebesar Rp5,4 triliun bisa terpenuhi.

“Perbankan penyalur KUR harus bisa penuhi target sebesar Rp5,4 triliun itu, sehingga tahun depan bisa plafonnya bisa lebih besar lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan hingga September 2018 angka penyaluran KUR di daerah itu sudah mencapai Rp3,9 triliun, dan diyakini bakal sesuai target hingga tutup buku.

Menurutnya, KUR sangat membantu permodalan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumbar yang rata-rata skala usaha adalah mikro dan kecil, sehingga berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Apalagi, jumlah UMKM di Sumbar juga sangat besar, klaim pemda setempat jumlah UMKM di daerah mencapai 900.000 unit yang tersebar di 19 kabupaten dan kota.

Darwisman menyebutkan jika seluruh UMKM sudah mendapatkan akses permodalan dari perbankan melalui KUR dengan bunga rendah, dia meyakini akan berkontribusi menambah lowongan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Adapun, bank penyalur KUR di daerah itu adalah BRI, Bank Mandiri, BNI, dan bank milik pemda yakni Bank Nagari.

Direktur Utama Bank Nagari Dedy Ihsan menyebutkan total alokasi penyaluran KUR untuk bank daerah tersebut tahun ini sebesar Rp1,1 triliun.

“Tahun ini kami cukup banyak [alokasi KUR]. Totalnya adalah Rp1,1 triliun, dan target kami selesai sampai Desember,” tuturnya.

Dia menyebutkan alokasi KUR itu disalurkan untuk mendukung pengembangan UMKM Sumbar, terutama di bidang usaha perdagangan, pertanian, perikanan dan usaha-usaha lainnya yang mendukung kegiatan pariwisata.

Dedy berharap alokasi KUR untuk bank tersebut tahun depan masih tetap tinggi, sebab masih banyak pelaku usaha di Sumbar yang belum mendapatkan akses permodalan bank, dan memerlukan pinjaman ringan untuk mengembangkan usahanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kur, sumbar

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top