Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selama Lebaran, BI Edarkan Uang Rp2,9 Triliun di Sumbar

Bank Indonesia mencatat selama Ramadan dan Lebaran tahun ini telah mengedarkan uang baru sebanyak Rp2,9 triliun dalam bentuk pecahan kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumatra Barat.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 30 Juni 2018  |  01:01 WIB
Selama Lebaran, BI Edarkan Uang Rp2,9 Triliun di Sumbar
Petugas memeriksa uang - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, PADANG—Bank Indonesia mencatat selama Ramadan dan Lebaran tahun ini telah mengedarkan uang baru sebanyak Rp2,9 triliun dalam bentuk pecahan kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumatra Barat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Endy Dwi Tjahjono mengatakan dari total persediaan uang yang disiapkan BI sebanyak Rp3,8 triliun, jumlah yang diserap masyarakat mencapai Rp2,9 triliun.

“Dari Rp3,8 triliun yang kami siapkan, yang terserap dan diedarkan dalam bentuk pecahan kecil mencapai Rp2,9 triliun,” katanya, Jumat (29/6/2018).

Dia mengatakan pengedaran uang baru itu dilakukan melalui penukaran resmi yang difasilitasi BI dengan bekerjasama dengan sejumlah bank dengan membuka posko layanan penukaran uang di halaman kantor Bank Indonesia Sumbar.

Proses penukaran yang melibatkan Bank Nagari, BRI, BNI, BCA, dan Bank Mandiri itu dilakukan sejak 21 Mei hingga 7 Juni 2018.

Selain itu, penukaran juga bisa dilakukan langsung oleh nasabah di kantor bank, serta layanan penukaran keliling yang dilakukan Bank Indonesia.

Endy menyebutkan untuk memenuhi kebutuhan uang baru bagi masyarakat setempat saat Lebaran, BI menyediakan pasokan uang sebanyak Rp3,8 triliun.

Angka itu meningkat 11% dari penyediaan tahun sebelumnya yang hanya Rp4,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar uang beredar
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top