Jalan Khusus Batu Bara: APBS juga Siapkan Jalur Sendiri Sepanjang 120 Kilometer

Oleh: Dinda Wulandari 07 November 2018 | 17:37 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG – Pengusaha tambang batu bara di Sumatra Selatan sedang menyiapkan jalan khusus sepanjang 120 kilometer di Kabupaten Lahat untuk memudahkan pengangkutan komoditas itu dan memenuhi peraturan pemerintah daerah yang melarang angkutan batu bara melintas jalan umum.

Andi Asmara, Ketua Asosasi Pertambangan Batu Bara Sumsel (APBS), mengatakan pihaknya menargetkan jalan tersebut dapat selesai dan beroperasi tahun depan.

“Kami sudah bangun jalan itu sejak dua tahun lalu, lokasinya tidak bisa disebutkan dulu karena nanti harga tanah di sana jadi melonjak,” katanya  usai bertemu dengan Pemprov Sumsel, Rabu (7/11/2018).

Andi mengemukakan jalan tersebut berada tidak jauh dari jalan khusus yang saat ini telah beroperasi dan dikelola oleh Titan Group, yakni Jalan Servo yang berlokasi di Desa Tanjung Jambu, Kabupaten Lahat.

Dia mengatakan sembari menunggu jalan yang dibuat para pengusaha tambang selesai, maka pihaknya untuk saat ini akan menggunakan Jalan Servo karena mulai Kamis (8/11/2018) angkutan batubara tidak boleh lagi melintas di jalan umum, sesuai dengan pemberlakuan kembali Perda No.5/2011  tentang pengangkutan  batubara melalui jalur khusus.

“Kami tidak keberatan menggunakan jalan khusus sesuai dengan regulasi yang dibuat pemprov, tetapi kami tetap mengkaji untung-rugi pakai Jalan Servo [Titan],” katanya.

Hanya saja, kata dia, pihaknya berharap Titan tidak mematok tarif yang terlalu besar untuk para transportir yang menggunakan jalan mereka. Sementara terkait konstruksi jalan, pengusaha tambang bisa menerima kondisi Jalan Servo yang dikelola PT Titan Infra Energy itu apa-adanya.

“Yang penting itu batubara bisa sampai tujuan dan di-handle dengan baik tidak masalah jalannya seperti apa, tetapi idealnya memang harus diaspal,” katanya.

Andi menambahkan seharusnya pengusaha tambang bisa memiliki pilihan jalur khusus, selain jalan bisa pula dengan kereta api. Namun demikian, kata dia, PT Kereta Api (KAI) belum siap untuk mengangkut batubara para pemilik tambang di Sumsel.

Dia mengemukakan saat ini terdapat 3,5 juta ton batubara yang dibawa menggunakan angkutan darat dan selanjutnya menuju pelabuhan untuk dilepas ke pasar ekspor.

Asosiasi menilai pemberlakuan penggunaan jalan khusus bisa menjadi angin segar buat investor yang tertarik membangun infrastruktur untuk komoditas emas hitam itu.

“Jalan khusus memang perlu ada karena jarak tempuh dari mulut tambang ke pelabuhan cukup jauh bisa sampai 200 kilometer, berbeda dengan tambang di Kalimantan yang paling jauh cuma 40 km,” katanya.

Apalagi, Sumsel merupakan provinsi yang memiliki cadangan batubara terbesar di Tanah Air yakni 45% dari total cadangan batubara nasional.

“Saat ini produksi kami sudah mencapai 15 juta ton. Harapannya keberadaan jalur khusus bisa mendongrak produksi batubara di Sumsel,” ujarnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya