Nasabah BPD Sumut Pindahkan Dana ke Instrumen Lain

Oleh: Ropesta Sitorus 11 Oktober 2018 | 18:53 WIB
Nasabah BPD Sumut Pindahkan Dana ke Instrumen Lain
Ilustrasi./Bisnis-Andi Rambe

Bisnis.com, MEDAN – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara mencatatkan penurunan pendanaan yang diduga akibat perpindahan dana nasabah ke instrumen investasi pasar modal.

Syahdan Ridwan Siregar, Corporate Secretary Bank Sumut, menyatakan secara umum kinerja perseroan per September masih menunjukkan perkembangan positif, meskipun ada penurunan dari sisi pendanaan.

“Kinerja Bank Sumut per September kemarin ada kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (11/10/2018).

Adapun, jumlah total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp24,89 triliun. Realisasi tersebut turun 14,1% secara year on year dibandingkan dengan jumlah DPK pada September 2017 sebesar Rp28,99 triliun.

Salah satu faktor turunnya jumlah pendanaan tersebut, kata Syahdan, karena adanya perpindahan dana nasabah ke instrumen investasi surat berharga. Seperti diketahui, pada tahun ini pemerintah menjual surat utang negara (SUN) Ritel seri SBR003 dan SBR004 pada Mei dan September 2018.

Tingginya minat investor membuat pemerintah kembali menerbitkan obligasi negara ritel (ORI) seri ORI015 pada Oktober dengan tingkat kupon yang cukup tinggi yakni 8,25%.

Selain itu faktor tersebut, Syahdan mengatakan sebagian nasabah juga memilih masuk ke pasar saham di tengah momentum turunnya indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Penurunan DPK kemarin karena banyak yang [pindah] ke saham dan juga efek dari penerbitan ORI sebab tingkat bunga ORI dan SUN memang menarik. Lembaga keuangan seperti dana pensiun atau BPJS lebih condong membeli itu, jadi simpanan dicairkan dan dipindah ke instrumen investasi lain,” katanya.

Dia belum menyebutkan total jumlah dana simpanan yang berpindah ke pasar modal. Akan tetapi, sebagai perbandingan, DPK Bank Sumut per akhir kuartal III telah turun Rp1,32 triliun dibandingkan dengan posisi akhir Juni yang berjumlah Rp26,21 triliun.

Bank Sumut hingga mencatatkan September 2018 mencapai Rp392,51 miliar, turun 17,6% (YoY) atau turun 37,6% (YtD) dari akhir Desember 2017.

Sementara itu, terkait kekosongan direksi, perseroan menyatakan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pasca pengunduran diri Edie Rizliyanto selaku Direktur Utama yang diangkat menjadi Dirut Jasindo.

Sesuai tata tertib Bank Sumut, RUPSLB tersebut akan digelar paling lama 30 hari sejak pengunduran diri yang dilakukan pada 5 Oktober lalu. “14 hari sebelum rapat dilakukan, kami akan menyampaikan pengumuman di surat kabar atau melalui surat langsung kepada pemegang saham,” tutur Syahdan.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya