BP Batam Jajaki Kerjasama dengan Mesir

Oleh: Sarma Haratua Siregar 02 Oktober 2018 | 20:00 WIB
BP Batam Jajaki Kerjasama dengan Mesir
. Kepala BP Batam saat berbincang dengan Jenderal Angkatan Laut Ahmed Aribi, General Manager Pajak dan Cukai, Ahmed Mahmaout dan Kepala Hubungan Luar Negeri, Khalid Tuha di kantor SCA Suez Canal Authority, Mesir/Istimewa

Bisnis.com, BATAM – BP Batam mengunjungi Mesir untuk menjajaki sejumlah peluang kerjasama. Dua hal pokok yang menjadi fokus adalah kerjasama pengembangan pelabuhan dan ekstensifikasi ekspor Batam ke negeri piramida.

BP Batam bertemu dengan SCA Suez Canal Authority (Otoritas Terusan Suez), di Kantor SCA Suez Canal, Mesir pada Senin (1/10). Delegasi BP Batam dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, didampingi sejumlah pejabat. Sejumlah pengusaha Batam juga turut dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan BP Batam ini diterima oleh Jenderal Angkatan Laut Ahmed Aribi, General Manager Pajak dan Cukai, Ahmed Mahmaout dan Kepala Hubungan Luar Negeri, Khalid Tuha.

BP Batam tertarik mempelajari konsep pengelolaan terusan Suez yang merupakan salah satu jalur kapal terpenting di dunia. Terusan ini menyediakan rute maritim terpendek antara Eropa dan daratan yang terletak di sekitar samudra Pasifik India dan barat.

Kondisi ini membuat Terusan Suez menjadi jalur pelayaran yang paling banyak digunakan di dunia sehingga potensi ekonomi amat sangat besar berada di terusan ini. Karakteristik ini sedikit banyak mirip dengan posisi Batam yang berada di selat Malaka, yang merupakan alur perdagangan tersibuk di dunia.

Kawasan Suez Canal Special Economic Zone yang luasnya 460.6 km2 terdiri dari 6 pelabuhan dan 4 kawasan industri. Saat ini telah terdapat 68 perusahan nasional dan multinasional yang beroperasi didaerah tersebut.

 “Peran SCA Mesir dalam pengelolaannya menjadi dasar bagi BP Batam untuk berkunjung dan menciptakan peluang kerja sama,” ujar Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

BP Batam juga berkesempatan melihat langsung juga Terusan Suez ke 2 yang selesai dibangun pada tahun 2016. Terusan ini mulai dibangun tahun 2015 atas swadaya masyarakat Mesir itu sendiri untuk menggenjot perekonomian mereka dengan membeli saham publik.

Jenderal Angkatan Laut Ahmed Aribi menjelaskan bahwa dalam waktu 1 tahun terusan Suez kedua yang panjangnya 72 km paralel dengan Terusan Suez pertama - menghubungkan Asia dan Afrika ini sudah menjadi permata baru di timur tengah.

Kanal Baru ini akan memfasilitasi lalu lintas di dua arah dan meminimalkan waktu tunggu untuk transit kapal yang tentu akan mengurangi waktu yang diperlukan untuk perjalanan dari satu ujung Kanal ke ujung lainnya, dan diprediksi terusan ini dapat menjadi rute alternative  untuk mengantisipasi lonjakan pertumbuhan perdagangan dunia.

Lukita mengatakan bahwa pembangunan terusan baru ini menjadi inspirasi pembangunan Pelabuhan di Batam. Lukita optimis dengan semangat kerjasama dan cita cita yang luhur untuk mengembangkan Batam semua mimpi bisa menjadi kenyataan.

“Terobosan ini menjadi momentum baik bagi BP Batam untuk membuka peluang kerja sama di bidang kepelabuhanan dan sektor yang lain yang mungkin dikalaborasikan oleh kedua otoritas wilayah ,” jelas Lukita.

Selain mengenai pengelolaan pelabuhan, BP Batam bersama pengusaha asal Batam juga berkesempatan menjajaki peluang-pelang ekstensifikasi ekspor ke negara Piramida tersebut. Salah satu yang berpotensi adalah kerjasama ekspor sektor perikanan.

Saat ini Mesir memiliki areal perikanan seluas 7500 hektar yang telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Mesir yang berjumlah 100 juta penduduk.

Hendra Asman, pengusaha asal Batam mengatakan, kebutuhan ikan yang cukup besar di Mesir membuat peluang ekspor perikanan Tangkap dari batam ke Mesir terbuka lebar.

“Salah point penting  yang harus segera tangkap dari hasil pertemuan adalah terbukanya peluang kerjasama, ekspor import, dan di bidang perikanan,” jelasnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, total ekspor Batam ke Mesir tahun 2016 adalah sebesar USD 106,762 Juta. Tiga komoditas ekspor utama Batam ke Mesir adalah Minyak dan lemak hewan/ nabati (USD 103,557 juta), produk kimia (USD 1,572 juta) serta coklat (USD 773.988).

Batam belum mengoptimalkan ekspor sektor perikanan ke negara tersebut. secara umum peran ekspor sektor perikanan tangkap dan budi daya Batam, atau Kepri pada umumnya masih sangat minim. Padahal potensi perikanan di Batam cukup besar.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya